free hit counters
 

Jutaan Warga AS Tidak Mau Lanjutkan Vaksinasi Covid-19

Redaksi – Kamis, 25 Zulhijjah 1442 H / 5 Agustus 2021 06:30 WIB

Sementara, yang lain kehilangan kesempatan untuk vaksinasi dosis kedua karena hambatan, seperti pasokan vaksin yang tidak mencukupi di apotek atau situs vaksinasi lain.

Vaksin telah diluncurkan dengan cepat di AS sejak Desember 2020 lalu. Saat itu, Pfizer menjadi perusahaan pertama yang menerima persetujuan dari Food and Drug Administration Amerika Serikat. Perusahaan berharap dapat mengirimkan 300 juta dosis pada akhir Juli.

Vaksinasi telah diubah-ubah berdasarkan rekomendasi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Vaksin awal diberikan kepada responden garis depan, seperti petugas kesehatan dan orang yang tinggal di fasilitas jangka panjang, seperti panti jompo.



Kemudian, CDC merekomendasikan penyedia vaksin untuk memprioritaskan orang yang berusia di atas 75 tahun dan memberi mereka vaksin virus. Beberapa negara bagian, seperti New York, sekarang mengizinkan semua orang yang berusia 16 tahun atau lebih untuk menjadwalkan dan menerima vaksin.

Dokter spesialis penyakit menular terkemuka AS, Dr Anthony Fauci, pada pekan lalu mengatakan, dia memperkirakan semua anak akan dapat menerima vaksin melawan virus corona pada awal 2022 mendatang. Hal itu menandai tonggak sejarah lain dalam peluncuran vaksin.

Untuk mendapatkan vaksinasi penuh, individu harus menerima dua dosis vaksin Pfizer atau Moderna. Keduanya memiliki tingkat kemanjuran yang tinggi, menurut data CDC. Pejabat CDC mengatakan bahwa mendapatkan kedua dosis dari kedua vaksin tersebut membuat orang hingga 90 persen lebih kecil kemungkinannya untuk tertular virus.

Data itu menunjukkan, hampir 32 juta orang Amerika telah terinfeksi virus corona sejak awal pandemi tahun lalu. Dari jumlah itu, lebih dari 571 ribu orang Amerika telah meninggal karena Covid-19.[rol]

← Halaman sebelumnya

Halaman 1 2

Berita Terbaru