free hit counters
 

Afghanistan Peringati 18 Tahun Terusirnya Soviet

Al Furqan – Kamis, 14 Jumadil Awwal 1431 H / 29 April 2010 09:45 WIB

Pemimpin Afghanistan memperingati ulang tahun ke 18 kekalahan pemerintah komunis pro-Soviet di tengah meningkatnya ketidakpuasan rakyat Afghanistan terhadap pasukan pendudukan AS-NATO.

Pasukan Keamanan di Kabul melakukan pengamanan secara ketat dalam memperingati hari ketika pejuang Mujahidin berhasil mengambil alih ibukota Kabul.

Sebuah upacara diadakan untuk menandai peringatan tersebut dengan dihadiri oleh banyak orang, termasuk menteri-menteri pemerintahan Karzai dan diplomat asing, kata koresponden Press TV Fayez Khorshid melaporkan pada hari Rabu kemarin (28/4).

Dalam upacara tersebut, para pejabat Afghanistan berbicara dengan rasa bangga atas kemenangan mereka terhadap salah satu negara di dunia yang paling kuat, Uni Soviet.

"Ini adalah hari bersejarah bagi bangsa kita. Kita di sini untuk menghormati orang-orang yang mengorbankan hidup mereka dan mengalahkan para penyerang komunis," kata Wakil Presiden Muhammad Qasim Fahim.

Di tempat lain di negeri ini, beberapa warga Afghanistan berada dalam suasana kegembiraan, sementara yang lainnya tidak.

"Saya sangat senang hari ini. Kami berharap bahwa Afghanistan akan segera mampu menghilangkan rasa tidak aman bagi rakyatnya," kata seorang pria Afghan kepada Press TV.

Namun, koresponden Press TV mengatakan bahwa banyak rakyat Afghan tidak sempat berpikir untuk merayakan hal itu, karena mereka memandang hidup di bawah penjajah Soviet dan antek-antek mereka adalah lebih baik daripada situasi saat ini dijajah oleh pasukan asing AS-NATO.

"Tidak seperti pasukan Soviet, di sini pasukan Amerika membunuh rakyat tak berdosa dan menembakan peluru pada kendaraan umum rakyat, bahkan meskipun jika mereka jauh dari konvoi pasukan AS," kata salah seorang warga.



Menurut sumber-sumber Afghanistan, lebih dari 10.000 orang telah tewas sejak perang pimpinan Amerika di Afghanistan yang dimulai pada akhir 2001 lalu.

Soviet memulai perang mereka di Afghanistan pada tanggal 24 Desember 1979 mendukung pemerintah komunis Afghan di bawah pimpinan Babrak Karmal dan perang melawan Mujahidin.

Uni Soviet mengerahkan sekitar 120.000 pasukan mereka di Afghanistan, namun jumlah tentara Barat di bawah pimpinan AS yang ditempatkan di negara itu dijadwalkan mencapai hingga 150.000 tentara akhir tahun ini.

Sementara itu banyak para pakar percaya bahwa Taliban tidak akan dikalahkan dengan cara militer saja, dan hal itu masih harus dilihat apakah AS dan sekutunya akan bernasib sama dengan Rusia.(fq/prtv)

Dunia Islam Terbaru

blog comments powered by Disqus