free hit counters
 

Akhirnya, Poros Baru Syiah: Ahmadinejad-Maliki-Al-Sadr

Saad Saefullah – Rabu, 11 Zulqa'dah 1431 H / 20 Oktober 2010 06:10 WIB

Perdana menteri Irak, Nuri al-Maliki pada Senin (18/10) bertemu Moqtada al-Sadr untuk menjaga masa jabatan keduanya setelah pemilihan umum yang tidak meyakinkan tujuh bulan lalu.

Sekarang ini, Irak telah sepenuhnya telah dikuasai oleh Syiah dengan dukungan penuh dari Teheran.

Nuri al-Maliki sendiri tidak semata-mata memenangkan pemilu absurd itu sendiri tanpa dukungan publik dari al-Sadr.

Pertemuan mereka diyakini menjadi pertama kalinya sejak Sadr melarikan diri ke pengasingan di Iran pada tahun 2008. Ketika itu Maliki langsung memerintahkan pasukan Irak, didukung oleh pasukan AS, untuk menghancurkan milisi tentara Mehdi di Irak.

Televisi Iran, al-Alam tidak menyebut nama kota di mana Maliki dan Sadr bertemu namun mengatakan akan segera melaporkan rincian lebih lanjut tentang pertemuan itu.

Maliki terbang ke Teheran pada hari Senin untuk meminta dukungan bagi masa jabatan barunya, karena Iran telah memiliki pengaruh yang signifikan di Baghdad sejak runtuhnya Saddam.

Dalam pertemuan dengan Maliki sebelumnya pada Senin, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyerukan faksi-faksi politik di Irak untuk mencapai konsensus tentang pembentukan pemerintah baru.

"Semua politisi dan pejabat di Irak harus fokus pada pembentukan pemerintah baru secepat mungkin," kata Khamenei selama kunjungan Maliki.



Saat ini Syiah memakai Aliansi Nasional Irak dan mempunyai 70 kursi di parlemen.

Dalam pertemuan terpisah dengan Maliki, Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad berharap bahwa "dengan pembentukan pemerintah Irak, periode sulit bagi rakyat Irak akan berakhir," lapor kantor berita resmi IRNA.

"Iran mendukung penuh Irak yang bersatu, kuat dan mandiri," kata Ahmadinejad, menurut IRNA.

Di Iran, tak ada masjid buat orang Sunni yang benar-benar beraqidah lurus. Sedangkan gereja dan sinagog bertebar-tebaran di mana. Akankah poros baru Ahmadinejad-Maliki-Al-Sadr ini menjadikan Irak seperti Iran juga? (sa/wb)

Dunia Islam Terbaru