Al-Qaidah Afrika Utara: Kami Semua Adalah Usamah bin Ladin

Pimpinan al-Qaidah cabang Afrika Utara mengatakan hari Kamis kemarin (26/5) bahwa pembunuhan Usamah bin Ladin hanya akan memicu kemarahan umat Islam terhadap Barat.

Pesan audio 10 menit yang diposting pada forum jihad memuat pernyataan terbaru para jihadis dari banyak afiliasi organisasi jihad, di mana mereka menyatakan bahwa pertempuran melawan apa yang mereka anggap sebagai penindasan Barat terhadap umat Islam masih jauh dari selesai, meskipun kematian pendiri al-Qaidah Usamah bin Ladin.

"Hari ini bukan hari untuk menangis, walaupun orang seperti dia (bin Ladin) layak untuk ditangisi, namun hari ini merupakan hari untuk menegaskan kembali kesetiaan dan perjanjian dengan Allah Yang Maha Kuasa, sebuah hari pembalasan yang mendesak dengan janji kemenangan," kata Abu Musab Abdul-Wadud, nama samaran untuk Abelmalek Droukdel, yang mengepalai afiliasi al-Qaidah Afrika Utara.

"Kita semua adalah Usamah," tambahnya, dalam terjemahan yang disediakan oleh Layanan Monitoring SITE yang berbasis di AS yang mengkhususkan diri dalam mengawasi forum online jihadis.

Abdul-Wadud dalam pernyataannya mengkritik penguburan di laut terhadap Usamah bin Ladin setelah ia syahid dalam serangan pasukan komando AS di Pakistan pada tanggal 2 Mei lalu, dan mengatakan tindakan seperti itu hanya menyiram minyak di atas api dan hanya akan membakar semangat membalas dendam para jihadis.

Al-Qaida di Afrika Utara tumbuh dari sebuah faksi militan yang tersisa dari perang saudara Aljazair pada 1990-an yang bergabung dengan jaringan bin Ladin pada tahun 2006. Kelompok ini telah menewaskan ratusan orang selama beberapa tahun terakhir dan telah meningkatkan serangan di dataran tinggi timur Aljazair.

Mereka juga menculik sejumlah orang asing di hamparan luas dari Gurun Sahara dan telah terlibat dalam insiden ‘teror’ di Eropa.(fq/ap)