free hit counters
 

Alasan Presiden Afghanistan Usir Tentara Bayaran AS

Magdalena – Senin, 12 Ramadhan 1431 H / 23 Agustus 2010 13:47 WIB

Presiden Hamid Karzai menuding perusahaan-perusahaan jasa keamanan swasta yang beroperasi di negaranya sebagai biang keladi maraknya korupsi di Afghanistan dan bekerja sama dengan kelompok mafia yang mendanai Taliban. Itulah sebabnya Karzai memutuskan untuk melarang perusahaan jasa keamanan swasta yang kebanyakan menyewakan tentara bayaran, beroperasi di Afghanistan.

Karzai memberi jangka waktu sampai akhir tahun 2010 bagi perusahaan-perusahaan itu untuk angkat kaki dari Afghanistan. "Saya meminta pada para pembayar pajak di AS untuk tidak menghamburkan uang yang sudah mereka cari dengan kerja keras pada kelompok yang bukan hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi rakyat Afghanistan tapi perusahaan-perusahaan itu–Tuhanlah yang tahu–telah menjalin kontak dengan kelompok mafia dan kemungkinan telah memberikan dana untuk para militan Taliban," papar Karzai.

Perusahaan-perusahaan jasa keamanan asing beroperasi di Afghanistan karena jasa mereka disewa oleh departemen pertahanan AS. Pentagon menyewa tentara bayaran untuk menjaga kepentingan dan para pejabat AS di Aghanistan, meski tak jarang para tentara bayaran itu ikut dalam operasi militer yang menimbulkan korban jiwa di kalangan rakyat Afghanistan.

Tak heran jika Pentagon terkesan keberatan dengan kebijakan Karzai mengusir para tentara bayaran dari perusahaan asing. Juru bicara Pentagon, Bryan Whitman meminta agar "penarikan" tentara-tentara bayaran itu dilakukan secara bertahap. "Dengan cara yang layak dan sesuai dengan skala serta tantangan yang ada di Afghanistan," dalih Whitman.



"Setidak sampai pada titik dimana perusahaan-perusahaan jasa militer asing itu benar-benar tidak dibutuhkan lagi. Kami bersedia kerjasama dengan pemerintah Afghanistan untuk secara progresif mengurangi jumlah mereka (tentara bayaran) jika situasi keamanan sudah mengizinkan," sambungnya.

Saat ini ada sekitar 26.000 kontraktor keamanan bersenjata yang dipekerjakan pemerintah AS di Afghanistan. Menurut Karzai, para tentara bayaran itu menerapkan struktur yang sejajar dengan struktur aparat keamanan pemerintah Afghanistan. "Mereka menjarah dan mencuri apa yang dimiliki rakyat Afghanistan dan beberapa diantara mereka menjadi kelompok teroris di malam hari," ujar Karzai.

Karzai juga mengungkapkan, personel militer bayaran itu mendapatkan gaji yang lebih besar dari gaji yang diterima aparat keamanan Afghanistan sehingga menimbulkan ketidakpuasan di kalangan tentara dan polisi Afghanistan yang jumlahnya antara 40.000-50.000 personel.

"Para tentara bayaran tidak boleh lagi berkeliaran di jalan-jalan atau pasar, karena menjaga keamanan adalah tugas pemerintah dan polisi Afghanistan," tandas Karzai. (prtv)

Dunia Islam Terbaru