AS Mulai Gunakan Pesawat Drone untuk Serang Libya

Presiden AS Barack Obama telah menyetujui penggunaan pesawat predator bersenjata tak berawak untuk menyerang sasaran di Libya pada saat PBB memperingatkan tentang situasi kemanusiaan yang semakin memprihatinkan terjadi di Libya.

Menteri Pertahanan AS Robert Gates mengatakan pesawat drone Amerika telah melakukan misi pertama mereka di Libya pada Kamis kemarin (21/4), Associated Press melaporkan.

Gates mengatakan pesawat tak berawak predator adalah contoh dari kemampuan militer yang AS bisa berkontribusi untuk kampanye militer yang dipimpin NATO di Libya.

Wakil Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Marinir James Cartwright mengatakan bahwa pesawat predator akan memungkinkan NATO menyerang target yang sudah mulai meningkatkan kemampun diri menjadi posisi defensif.

Ia juga menambahkan bahwa pesawat drone sangat cocok untuk daerah perkotaan karena kemampuan mereka untuk meminimalkan "kerusakan" dan mampu terbang sepanjang hari, sehingga memberi pesawat itu kemampuan menyerang target.

AS berencana untuk mempertahankan setidaknya dua pesawat drone predator secara terus menerus di wilayah udara Libya, di mana pesawat itu membawa rudal Hellfire dan dapat mengudara selama 24 jam.

"Kami berusaha untuk menyediakan ruang yang cukup, dan melindungi oposisi dari serangan militer Gaddafi sejauh yang kami bisa, tanpa mengurangi kemampuan militer," tambah Gates.

AS telah menggunakan pesawat tak berawak untuk melakukan serangan di wilayah kesukuan Pakistan, di dekat perbatasan dengan Afghanistan. Washington mengklaim serangan menargetkan pejuang Taliban, namun sebagian besar korban adalah warga sipil.(fq/prtv)