Pimpinan Taliban Baitullah Mehsud diduga ikut tewas dalam serangan pesawat tanpa awak militer AS di wilayah Waziristan Rabu kemarin, yang juga menewaskan isteri kedua Mehsud.
Spekulasi ini dilontarkan sumber-sumber intelijen Pakistan yang sampai saat ini masih mencek kebenaran informasi itu. "Kami masih menyelidiki laporan tentang tewasnya Mehsud," kata seorang intelijen Pakistan yang tidak mau disebut namanya.
"Kami hanya menerima laporan tentang kepastian bahwa isteri Mehsud tewas dalam serangan itu," sambungnya merujuk serangan misil pesawat tanpa awak AS yang menghantam rumah mertua Mehsud di desa Zangara, selatan Waziristan hari Rabu kemarin.
Selain isteri Mehsud, bapak mertua Mehsud juga tewas akibat serangan itu dan empat orang anak-anak di rumah mereka mengalami luka-luka. Tidak diketahui apakah Mehsud ada di rumah itu saat serangan terjadi, namun muncul spekulasi bahwa Mehsud ikut tewas dalam serangan tersebut karena masih ada tiga jenazah yang belum teridentifikasi.
"Informasi yang kami terima, 45 menit atau sejam sebelum serangan, ada yang melihat mobil Mehsud masuk ke halaman rumah. Tapi kami belum bisa memastikan apakah Mehsud ada di dalamnya saat serangan terjadi," kata sumber intelijen lainnya.
Namun, menurut sumber intelijen itu, sudah dua hari sejak serangan terjadi kelompok Taliban memblokade desa Zangara dan tidak mengijinkan siapa pun masuk ke sana. "Ini merupakan hal yang tidak biasa dan mencurigakan," masih kata sumber tadi.
Mehsud adalah pemimpin Tehrik-e-Taliban Pakistan. Mehsud adalah orang yang saat ini sedang diburu AS dan Pakistan, karena dituding bertanggung jawab atas sejumlah serangan mematikan di Pakistan yang menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil dan aparat keamanan Pakistan. (ln/prtv)





