Daging Halal di Jantung Siberia

Siberia..mendengar nama itu, orang akan langsung terbayang dalam benak mereka sebuah wilayah yang mengerikan, wilayah yang merupakan padang es terbesar di dunia, di mana dulunya telah menjadi tempat pembuangan dan kerja paksa bagi orang yang menentang negara Uni Soviet khususnya negara-negara yang berpenduduk mayoritas Islam yang banyak wilayahnya di aneksasi oleh Uni Soviet.

Dan hari ini umat Islam di seluruh wilayah Siberia hanya tinggal sekitar 4 juta orang, namun mereka telah menjadi sumber daging halal bagi wilayah Siberia dan Rusia maupun negara-negara Arab.

Untuk pertama kalinya sebuah wilayah terpencil di utara Siberia Rusia memiliki sebuah peternakan yang mengkhususkan diri sebagai tempat pemotongan hewan halal, mereka menyediakan daging hewan ternak maupun penjualan daging rusa untuk umat Islam di daerah sekitar wilayah tersebut.

Dalam sebuah pernyataan ekslusifnya kepada CNN, Ahmad Gaiyazov, imam dan pimpinan pada departemen agama di republik Komi (sebuah negara dari federasi Rusia) mengatakan: "Para penduduk wilayah ini telah menjadikan binatang rusa kutub sebagai sumber daging dan kulit, karena kemampuan rusa-rusa tersebut dalam menghadapi kondisi cuaca yang sangat ekstrim."

"Oleh karena itu, meningkatnya populasi hewan rusa kutub menjadi bagian penting bagi pertanian disini, rusa-rusa itu dapat disembelih secara halal dan di distribusikan ke negara-negara Arab muslim dan juga dijual ke penduduk muslim di sekitar Siberia.

"Dan pada kenyataannya, daging hewan halal rusa kutub ini sekarang telah dapat di ekspor ke berbagai kota yang ada di Rusia, daging rusa kutub sangat lezat rasanya dan mirip dengan daging sapi. Selain itu kondisi dan kualitas pakan untuk rusa di daerah ini sangat bagus sehingga bisa dikatakan jarang rusa kutub yang mengalami sakit, dan daging rusa yang telah dipotong tersebut di ekstrak dari lingkungan yang bersih dan sangat sehat," katanya menambahkan.

Sebagai catatan bahwa hewan rusa kutub telah menjadi pemasok utama makanan daging bagi penduduk di wilayah Siberia yang beriklim es, penduduk di sana jarang menemukan sayur-sayuran maupun buah-buahan dan produk pertanian lainnya di musim dingin karena kondisi iklim yang sangat ekstrim dengan suhu di bawah 40 derajat di bawah 0 dalam periode sepanjang tahun.

Diperkirakan secara statistik tidak resmi penduduk Siberia berjumlah 28 juta orang, dan 4 jutanya adalah umat Islam, terdiri dari penduduk berkebangsaan Tatar ataupun Mongol, serta Urdu dan beberapa kebangsaan lain seperti muslim Turkistan.

Menurut sumber sejarah, Islam masuk ke Siberia pada paruh kedua abad pertama hijriah, lewat tangan para da’i dari wilayah Samarkand, Bukhara, dan Kazan di Asia Tengah, para da’i tersebut juga sempat mendirikan sebuah negara Islam di wilayah Siberia pada tahun 978 H/ 1570 Masehi pada masa pemerintahan Kaisar Cochem Khan, dan pemerintahan Islam di sana berlangsung selama sepuluh tahun sampai akhirnya Rusia menduduki ibukota negara tersebut Trsar Sibir, dan sejak saat itu Siberia menjadi entitas terpisah namun masih tetap menjadi wilayah kekuasaan Rusia.(fq/iol)