free hit counters
 

ElBaradei, Didukung Jadi Presiden Mesir Gantikan Mubarak

Magdalena – Rabu, 16 Syawwal 1430 H / 7 Oktober 2009 10:41 WIB

Sekretaris Jenderal International Atomic Energy Agency (IAEA) Mohamed ElBaradei sudah dilirik oleh partai oposisi di Mesir untuk dijadikan kandidat presiden dalam pemilu Mesir tahun 2011 mendatang. Tapi untuk mengedepankan ElBaradei sebagai kandidat presiden bukan perkara gampang di Negeri Piramida itu.

Partai Wafd yang beraliran liberal dan menjadi partai oposisi di Mesir berharap dengan mengusung ElBaradei sebagai kandidat presiden, bisa mendongkrak perolehan suara mereka untuk menyaingi partai saingannya, Partai Demokratik Nasional, partainya Presiden Husni Mubarak yang saat ini berkuasa.

Sayap kepemudaan Partai Wafd yang menginginkan ElBaradei dinominasikan sebagai ketua partai itu agar bisa maju sebagai kandidat presiden. "Kami sudah membentuk komite popular untuk mendukung ElBaradei dan kami akan terus memobilisasi agar ElBaradei dipilih sebagai ketua partai," kata Mohammed Salah Al-Syaikh, kordinator komite popular.

Undang-Undang di Mesir menetapkan persyaratan bagi mereka yang mencalonkan diri sebagai kandidat presiden, harus seorang pemimpin partai atau tokoh senior partai yang paling tidak sudah menjabat selama satu tahun dan partai yang bersangkutan, syaratnya sudah berdiri selama lima tahun sebelum pelaksanaan pemilu. Sedangkan seorang kandidat independen, syaratnya harus mendapatkan dukungan dari 250 anggota parlemen, termasuk dukungan dari sedikitnya 65 anggota majelis rendah, 25 anggota majelis tinggi dan 10 anggota dewan kota.

Al-Syaikh yakin bisa mendapatkan dukungan luas jika mengusung nama ElBaradei, baik dari kalangan islamis, kelompok kiri maupun liberal. "Kami berharap ElBaradei bisa terpilih meski hanya untuk satu periode saja. Kami ingin menciptakan era baru untuk menghapus kezaliman dan korupsi, membuat konstitusi baru dan menjamin penegakkan hukum di Mesir," tukas Al-Syaikh.

Namun semangat anak-anak muda di Partai Wafd tidak sejalan dengan ketua partainya, Mahmud Abaza. Menurut Abaza, ide sayap kepemudaan untuk mengusung nama ElBaradei terlalu terburu-buru. "Prioritas utama partai sekarang adalah memutuskan apakah akan ikut pemilu atau memboikot pemilu," ujarnya.



Dukungan agar ElBaradei dicalonkan sebagai kandidat presiden bukan hanya dari sayap kepemudaan Partai Wafd, tapi juga dari gerakan Kefaya, organisasi politik yang aktif menggelar unjuk rasa mengkritisi pemerintahan Mubarak.

Ketokohan ElBaradei sudah mendunia dengan keberaniannya menentang kebijakan-kebijakan AS tentang masalah nuklir. ElBaradei adalah salah seorang yang tidak pernah mempercayai peringatan AS soal senjata nuklir Irak, yang memang terbukti bahwa tuduhan AS terhadap Irak tidak benar, setelah AS melululantakkan Irak dengan agresinya. ElBaradei juga berani melawan tekanan-tekanan AS dalam masalah nuklir Iran. Karena pengabdian dan prestasinya selama menjadi Sekjen IAEA, ElBaradei dianugerahi Hadiah Nobel pada tahun 2005.

Persoalannya, ElBaradei yang mengakhiri masa tugasnya di IAEA bulan November mendatang, belum tentu bersedia untuk menjadi salah satu kandidat presiden dalam pemilu di Mesir. Di samping itu, Husni Mubarak sudah mencalonkan puteranya yang bernama Gamal untuk ikut dalam pemilu presiden Mesir yang akan datang.

Kantor ElBaradeo di Wina tidak mau memberikan komentar atas wacana yang digulirkan kelompok pemuda di Partai Wafd maupun gerakan Kefaya. Namun media massa di Mesir menulis bahwa ElBaradei yang sekarang berusia 67 tahun menghimbau agar para pendukungnya mencari kandidat lain yang lebih muda. (ln/mol)

Dunia Islam Terbaru