Bahasa Arab dan Turki akan Jadi Bahasa Resmi Emirat Islam Kaukasus

Pejuang Islam terutama di wilayah Kaukasus Utara telah mengusulkan untuk menggunakan bahasa Arab atau bahasa Turki sebagai bahasa lingua franca untuk urusan mereka.

Rusia telah memberlakukan kontrol ketat terhadap negara-negara Muslim Kaukasus di tahun 1990-an. Pada masa itu tingkat perlawanan pejuang Islam di negara-negara muslim masih bisa dikontrol oleh Rusia.

Para pejuang Kaukasus saat ini berkomunikasi satu sama lain di antara mereka menggunakan bahasa Rusia, juga bahasa utama di situs web yang berafiliasi terhadap mereka yang berjumlah puluhan beserta alamat videonya.

Namun pemimpin perlawanan Chechnya Doku Umarov, awal bulan ini telah menyarankan bahwa Emirat Islam Kaukasus akan membentuk sendiri bahasa "negara" mereka, termasuk akan mengelompokkan negara-negara republik Muslim yang ada di Rusia termasuk Chechnya dan Dagestan yang ingin merdeka dari Rusia.

Proposal tersebut berasal dari diskusi yang berkembang di kalangan mujahidin Islam dari Emirat Islam Kaukasus sehubungan dengan lembaga-lembaga negara dan aspek penting lain dari bangunan sebuah negara," situs kavkazcenter.com melaporkan.

Bahasa Arab, diusulkan menjadi bahasa resmi Emirat Islam Kaukasus karena statusnya sebagai bahasa Islam, sementara bahasa Turki disarankan karena adanya hubungan sejarah dan linguistik yang erat yang digunakan di Kaukasus Utara, menurut kantor berita Reuters.(fq/agencies)