free hit counters
 

Gaddafi Dilarang "Bertingkah" Selama Kunjungan ke New York

Magdalena – Kamis, 12 Ramadhan 1430 H / 3 September 2009 14:46 WIB

AS masih belum bisa menerima pembebasan Abdelbaset Ali Al-Megrahi, mantan pejabat Libya yang dituduh terlibat dalam kasus peledakan pesawat komersial AS, Pan Am di Lockerbie, Skotlandia. Apalagi melihat rakyat Libya menyambut kedatangan Al-Megrahi dengan meriah. Buntutnya, hubungan AS dan Libya kembali merenggang.

Menjelang kedatangan pemimpin Libya, Mummar Gaddafi ke markas besar PBB di New York untuk menghadiri rapat Dewan Umum PBB, pejabat AS jauh-jauh hari sudah mengeluarkan peringatan pada Gaddafi.

Duta Besar AS untuk PBB, Susan Rice menyatakan kedatangan Gaddafi ke New York berpotensi memicu emosi di AS. Ini terkait dengan insiden Lockerbie yang hampir semua korbannya adalah warga negara AS. Untuk itu Rice mengingatkan Gaddafi untuk "menjaga sikap"nya selama berada di New York.

"Tak perlu dikatakan lagi bahwa rakyat AS sangat tersinggung dengan sambutan Libya terhadap Megrahi setelah dibebaskan dari penjara di Skotlandia," ujar Rice.



"Insiden Lockerbie merupakan masalah yang sangat sensitif bagi AS, yang kehilangan 270 warganya dalam serangan teroris itu," sambung Rice merujuk pada insiden peledakan pesawat Pan Am di atas langit Lockerbie pada tahun 1988 yang lalu.

Rapat Dewan Umum PBB akan digelar di markas besar PBB di New York bulan ini. Ini adalah kali pertama Gaddafi munucl di hadapan 192 negara anggota PBB dan ia mendapatkan giliran berpidato setelah pidato Presiden AS, Barack Obama. Gaddafi juga dijadwalkan memberikan pidato di Dewan Keamanan PBB yang akan membahas tentang non-proliferasi nuklir serta perlucutan senjata nuklir.

AS khawatir Gaddafi akan memanfaatkan momen itu dan memanfaatkan pengaruhnya untuk "menyerang AS" dalam pidatonya. Rice mendesak semua kepala negara untuk fokus pada tema yang dibahas dan bicara tidak lebih dari lima menit. "Kami tidak banyak berharap dari kehadiran Gaddafi," ujar Rice sinis. (ln/bbc)

Dunia Islam Terbaru