Hamzah bin Ladin, Calon Pemimpin Al-Qaidah Masa Depan

Hamzah, putra dari Usamah Bin Ladin kemungkinan besar berhasil melarikan diri setelah serangan, menurut laporan yang diterbitkan di Inggris surat kabar Daily Telegraph.

Pemimpin Al Qaidah Usamah bin Ladin terbunuh dalam serangan oleh pasukan khusus AS di Abbottabad, Pakistan pada tanggal 1 Mei lalu. Gedung Putih awalnya mengatakan bahwa anak bungsunya Hamzah ikut tewas namun kemudian mengatakan yang tewas adalah Khalid anaknya yang lain yang berusia 22 tahuny dalam serangan itu. Usamah Bin Ladin dilaporkan memiliki 11 putra dan 9 putri dari setidaknya lima istri.

Para pejabat keamanan Pakistan mendapat informasi dari hasil interogasi dengan istri Bin Ladin, tiga di antaranya dalam tahanan Pakistan. Mereka mengatakan bahwa "seorang anak Bin Ladin tidak pernah terlihat sejak operasi AS tersebut," menurut laporan Daily Telegraph.

Pengungkapan ini menimbulkan spekulasi bahwa anak pemimpin Al Qaidah yang termuda mungkin telah melarikan diri. Hal ini juga menyebabkan kebingungan tentang siapa yang dibunuh dan ditangkap selama penggerebekan tersebut.

Menurut berbagai sumber berita, Bin Laden dikatakan memiliki 20 anak. Hamzah (20 tahun) pernah digambarkan sebagai "crown prince of terror."

Pada tahun ketiga dari pemboman di London 7 Juli di mana 52 orang tewas, Hamzah muncul pada sebuah video dengan membaca sebuah puisi yang menyerukan untuk "penghancuran" negara-negara barat.

"Lembaga intelijen percaya dia sedang dipersiapkan sebagai pemimpin masa depan untuk Al Qaidah," tulis Telegraph.

Pakistan pada Selasa lalu mengatakan pihaknya bersedia mengizinkan investigator AS menginterogasi istri Bin Ladin, tetapi menambahkan bahwa tidak ada permintaan resmi yang telah mereka terima. (fq/aby)