Intelejen AS: Teroris Boleh Langsung Dibunuh

AS akan mengejar warga negaranya yang dicurigai sebagai teroris sampai ke luar negeri. Lembaga intelejen AS bahkan sudah memberi lampu hijau pada agen-agen intelejennya untuk membunuh target jika dianggap berpotensi mengancam keamanan nasional.

Direktur Intelejen Nasional AS, Dennis Blair di hadapan komite intelejen Dewan Perwakilan Rakyat AS, Rabu (3/2) menyatakan, pemerintah AS bisa menangkap warga negaranya di luar yang dianggap berpotensi melakukan serangan teroris. Ia menambahkan, pemerintah bisa mengambil "tindakan langsung" terhadap warga AS yang dinilai mengancam keselamatan warga AS lainnya.

"Kami akan langsung mengambil tindakan terhadap para teroris. Tindakan langsung bisa kemungkinan dibunuh dan secara spesifik kami sudah mendapat ijin untuk melakukan itu," kata Blair.

Siapa saja yang dianggap membahayakan keamanan AS dan boleh "dihabisi" ditentukan oleh Dewan Keamanan Nasional dan Departemen Kehakiman AS. Pernyataan Blair menguatkan sejumlah laporan yang mencuat belakangan ini, bahwa Presiden Barack Obama sudah menyetujui kebijakan untuk membunuh warga AS yang dicurigai terlibat aktivitas terorisme di negara-negara lain. Kebijakan itu juga dijalankan selama masa pemerintahan mantan presiden AS sebelumnya, George W. Bush sebagai bagian kampanyenya "perang melawan teror."

Lebih lanjut Blair mengatakan, ia tidak ingin rakyat AS melihat kebijakan intelejen itu akan membahayakan kehidupan rakyat. "Justeru kami tidak mau ceroboh yang bisa membahayakan kehidupan mereka, seperti negara ini menerapkan kebijakan-kebijakan untuk melindungi sebagian besar negara," dalih Blair. (ln/prtv)