Istri Syaikh Aiman: Muslimah Harus Ikut Berjihad!

Al-Sahab media yang biasa memproduksi serta menyebarkan pesan-pesan berupa video maupun audio dari para tokoh Al-Qaidah maupun mujahidin seluruh dunia beberapa waktu yang lalu – seperti dikutip oleh kantor berita Perancis AFP, telah mempublikasikan sebuah pesan berupa surat yang dibuat oleh istri dari orang kedua Al-Qaidah Syaikh Aiman Al-Zawahiri.

Dalam suratnya Istri dari Syaikh Aiman Al-Zawahari yang disebut-sebut bernama Umayma Hassan Ahmad Muhammad Hassan – yang ditujukan kepada seluruh muslimah di seluruh dunia dengan judul "Surat untuk para Muslimah", menyerukan kepada para muslimah untuk tidak tunduk terhadap larangan mengenakan cadar dan meminta para muslimah mendukung para mujahidin dalam berjihad di jalan Allah.

Kantor berita Perancis yang mengutip surat tersebut dari media Al-Sahab belum mengkonfirmasikan validitas dari surat yang konon berasal dari istri orang kedua gerakan Al-Qaidah itu.

Istri Syaikh Aiman menyatakan juga dalam isi suratnya bahwa kampanye melarang menggunakan cadar merupakan salah satu "pertempuran" antara Islam dan para penghujat Islam dan ia memperingatkan kepada para muslimah untuk tidak melepaskan cadar mereka.

Umayma Hassan membagi tiga bagian suratnya, satu bagian surat ia tujukan kepada para orang tua dan kepada para muslimah yang komitmen terhadap ajaran agama.

Pada bagian kedua surat, ia tujukan kepada para tawanan Muslimah yang berada dipenjara-penjara kaum kafir agar tetap tegar menghadapi cobaan dan tetap kokoh memegang iman Islam.

Dan pada bagian ketiga surat, ia tujukan kepada seluruh dunia Islam serta menyerukan kepada seluruh muslimah untuk menutup aurat dengan sempurna dan mendidik anak-anak mereka untuk taat kepada Allah, cinta terhadap jihad di jalan Allah, dan tetap mempererat persaudaraan sesama muslim serta menganjurkan kepada keluarga-keluarga muslim untuk membela tanah air Islam yang dijajah oleh para kafir.

Selain itu, isi surat juga menyerukan kepada seluruh muslimah untuk bergabung dalam jihad fi sabilillah karena jihad merupakan kewajiban baik pria maupun wanita muslim, dengan berbagai kemampuan yang mereka miliki.

Dia menjelaskan, para muslimah bisa berperan dalam jihad dalam banyak hal seperti ambil bagian dalam memberikan pelayanan terhadap para mujahidin, mensupport mereka dengan dana atau memberikan informasi yang penting kepada mujahidin atau bahkan ambil bagian dalam aksi Istisyhadiah (aksi bom syahid) seperti yang dilakukan para Muslimah di Palestina maupun di Irak dan Chenchya.(fq/iol)