free hit counters
 

Jerman Buat Komik untuk Anak-Anak Muslim

Magdalena – Rabu, 17 Rabiul Awwal 1429 H / 26 Maret 2008 10:05 WIB

Negara bagian North Rhine-Westphalia (NRW) punya cara sendiri untuk mencegah anak-anak Muslim usia sekolah agar tidak mudah terpengaruh dengan ajaran-ajaran ekstrimisme dan kekerasan. Pemerintah negara bagian ini, menggunakan bahan bacaan dalam bentuk komik untuk menarik minat anak-anak tersebut.

Cara ini sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2004 lewat komik yang menampilkan tokoh Andi, tokoh pahlawan anak-anak yang memberantas rasisme dan xenophobia (kecenderungan rasa takut terhadap orang asing). Komik ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, sehingga pada akhir bulan Oktober lalu, diluncurkan seri kedua komik petualangan Andi, dengan menampilkan tokoh anak perempuan Muslim bernama Ayesha dan saudara laki-laki Andi bernama Murat. Dalam komik itu diceritakan bahwa Andi dan Ayesha terpengaruh oleh seorang temannya dan seorang "da’i yang radikal"

Sedikitnya sudah 100 ribu eksemplar komik Andi yang dibagikan ke para siswa sekolah dengan rentang usia 12 sampai 16 tahun. "Pada rentang usia itulah kalangan Islamis-melalui pengajian-pengajian-berusaha mempengaruhi anak-anak muda dengan nilai-nilai yang berbeda, " kata Hartwig Moeller, ketua departemen intelejen di kementerian dalam negeri negara bagian NRW dalam wawancara dengan Reuters, Selasa (25/3).

Komik itu digunakan sebagai bahan mata pelajaran agama dan kewarganegaraan. Dengan membaca komik itu, para siswa diharapkan mampu membedakan antara Islam yang damai dan Islam yang tidak toleran serta mengajarkan kekerasan yang disebarluaskan oleh para "militan."



Menurut Thomas Grumke, pejabat pemerintah NRW dan salah seorang pencetus ide komik Andi, anak-anak usia sekolah akan lebih mudah menerima bahan bacaan seperti komik. "Sebuah komik bisa lebih diterima daripada sebuah teks yang formal, " kata Grumke.

Sekretaris Jenderal Central Council of Muslim di Jerman, Aiman Mazyek menyambut positif kehadiran komik tersebut. Menurutnya komik merupakan pendekatan yang baik dan tepat. Cuma, Mazyek menyayangkan karena otoritas pemerintah NRW tidak mensosialisasikan inisiatif ini terlebih dulu.

Reuters menyebutkan, komik Andi juga didistribusikan di Hamburg dan negara-negara lain seperti Austria, Denmark, Jepang dan AS, juga kabarnya tertarik dengan komik ini.

Di Jerman, Islam merupakan agama ketiga terbesar setelah Kristen Katolik dan Protestan. Di Jerman terdapat kurang lebih 3, 4 juta Muslim. (ln/iol)

Dunia Islam Terbaru