Kebijakan Trump dan Kebangkitan Islam di AS

Eramuslim.com – Kebencian terhadap Islam di Amerika Serikat (AS) akhir-akhir ini justru membawa Muslim AS masuk politik. Pengacara muslim dan kontributor New York Times, Wajahat Ali mengatakan masuknya Muslim ke politik kemungkinan didorong atas ketakutan mereka.

Kebijakan Presiden AS Donald Trump yang melarang masuknya warga negara-negara mayoritas Muslim, serta penutupan perbatasan dengan Mesiko dan semakin meningkatnya pengawasan terhadap imigran menjadi pendorong keterlibatan Muslim. Sebuah wilayah yang sebelumnya sangat jarang dimasuki oleh Muslim AS.

“Mayoritas kandidat Muslim tidak maju dengan agama mereka dengan lengan baju yang dilipat tapi justru dengan Partai Demokrat yang tanpa malu-malu mempromosikan wadah progresif,” kata Ali, seperti dilansir dari Anadolu, Rabu (31/10).

Dalam kolomnya di New York Times, Ali mengutip laporan dari Associated Press bulan Juli lalu. Dalam laporan itu disebutkan kefanatikan dan kebencian yang diarahkan kepada Islam termasuk pernyataan dan ciutan Presiden AS Donald Trump telah memotivasi banyak Muslim untuk memasuki wilayah politik.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh kelompok hak sipil muslim AS, Emgage, lebih dari 100 Muslim maju untuk jabatan di daerah maupun pusat pada pemilihan sela tahun ini. Pada awal bulan Agustus lalu, seorang perempuan keturunan Palestina Rashida Tlaib memenangkan pemilihan primer partai Demokrat.