free hit counters
 

Kematian Sejarawan Holocaust Polandia Akibat Dibunuh Mossad?

Al Furqan – Senin, 12 Ramadhan 1431 H / 23 Agustus 2010 13:42 WIB

Dariusz RatajczakSeorang penulis Amerika JP Bellinger menyatakan dirinya tidak meragukan akan adanya keterlibatan lembaga mata-mata Israel, Mossad, dalam kematian tragis seorang sejarawan Polandia, yang meneliti tentang persitiwa Holocaust.

Dariusz Ratajczak, mantan profesor di Universitas Opole, ditemukan tewas di sebuah mobil yang diparkir di dekat sebuah pusat perbelanjaan di Opole pada tanggal 11 Juni 2010 lalu.

Laporan forensik menunjukkan bahwa mayat itu berada di dalam mobil selama hampir dua minggu, tetapi dalam kondisi sudah membusuk, menunjukkan bahwa mayat itu dipindahkan ke mobil setelah Ratajczak lama tewas.

"Setelah diperiksa, sejumlah saksi mengatakan kepada polisi bahwa mobil baru saja diparkir di sana," tulis Bellinger dalam artikelnya.

"Kematian Profesor Ratajczak sebagian polisi menyebutnya karena ‘bunuh diri,’ tapi banyak orang yang skeptis, mengingat adanya penangkapan baru-baru ini terhadap seorang agen Mossad yang beroperasi di Polandia.

Dia merujuk pada Uri Brodsky, agen Mossad yang dituduh membantu pembunuhan tokoh Hamas dengan menggunakan paspor palsu Jerman yang digunakan oleh salah satu anggota tim yang terlibat dalam pembunuhan Mahmud al-Mabhuh, seorang komandan senior Hamas, di sebuah hotel di Dubai pada bulan Januari lalu.

Bellinger melanjutkan dengan mengatakan bahwa masalah Ratajczak dimulai dengan penerbitan bukunya yang berjudul "Dangerous Topics," pada Maret 1999. Dan gara-gara buku ini ia dinyatakan bersalah atas penyangkalan terjadinya peristiwa Holocaust di Polandia.

Ratajczak sendiri meyakini bahwa tidak mungkin untuk membunuh jutaan orang di kamar gas Nazi – pandangan yang memancing badai kritik di antara orang-orang sezamannya dan para lobi Israel.



Michael Sobelman, juru bicara Kedutaan Besar Israel di Polandia, menuduh Ratajczak anti-Semitisme dan menyatakan "terkejut" bahwa orang seperti itu bekerja di sebuah universitas Polandia." Komentar Sobelman itu akhirnya memicu pengusiran Ratajczak dari Universitas Opole.

Ratajczak percaya bahwa tuduhan anti-Semitisme telah menjadi semacam senjata yang sangat brutal, dimana tuduhan ini menjadi senjata yang kejam terhadap orang-orang yang berpikir independen.

"Saya menemukan diriku di sebuah kelompok sejarawan yang telah diberangus. Setelah semua ini, silakan lihat: dari 45 tahun sampai sekarang jumlah orang Yahudi dibunuh di Auschwitz-Birkenau turun dari enam juta sampai kurang dari satu juta. Ini data resmi. Memang, bahkan jika mereka telah membunuh satu orang, maka hal ini akan menjadi tragedi. Tetapi bagaimana bisa beberapa sejarawan mempertanyakan jumlah sah korban Holocaust, dan yang lain tidak bisa? Bagaimana bisa bahwa beberapa orang dapat mengurangi enam juta menjadi kurang dari satu juta dan tidak ada hal buruk yang terjadi kepada mereka? Bagaimana mungkin bahwa beberapa orang tidak diizinkan untuk memeriksa masalah ini dan bahkan menjadi orang yang disalahkan? sedangkan sejarawan lainnya diperbolehkan melakukan semua ini? Ratajczak berkomentar.

Bellinger mengatakan berita mengganggu atas kematian Ratajczak telah mengejutkan beberapa kelompok tradisionalis dan organisasi patriotik di Polandia, dan menyimpulkan dengan bertanya, "Apakah mempertanyakan holocaust atau menolak peristiwa holocaust dari nilai intrinsik lebih berharga dari kehidupan setiap manusia?"(fq/prtv)

Dunia Islam Terbaru