Kisah Muslim Ditahan dan Dicuci Otak Partai Komunis China

Eramuslim.com -Kebebasan beragama adalah hak warga yang dijamin oleh konstitusi China. Walau demikian, tak semua orang bisa begitu saja mendapatkan kebebasan tersebut.

China kerap dikritik karena kebebasan beragama hanya terbatas pada organisasi yang terdaftar di negara. Selebihnya, warga dilaporkan kerap mengalami tindakan sewenang-wenang.

Partai Komunis China sendiri secara resmi dengan ketat melarang anggotanya memeluk agama. Dalam kasus tertentu, paham ateis partai itu bisa dipaksakan kepada orang lain.

Sejak tahun lalu, pihak berwenang China di Xinjiang, daerah yang didominasi Muslim, dilaporkan telah menangkap puluhan hingga ratusan penganut agama Islam. Tak hanya warga China, warga asing pun turut diamankan.

Laporan Washington Post yang dipublikasi pada Rabu (16/5) menceritakan bagaimana Omir Bekali dan tahanan-tahanan lain di kamp indoktrinasi China mesti meninggalkan agama Islam.

Bekali adalah seorang Muslim asal Kazakhstan. Bersama para tahanan lain, dia dipaksa melupakan keyakinannya, mengkritik diri sendiri dan memuji Partai Komunis.

Ketika ia menolak mengikuti perintah setiap harinya, dia dipaksa berdiri selama lima jam. Sepekan kemudian, dia dikirim ke ruang tahanan terisolasi.

Di ruang tahanan itu, ia tak diberi makan selama 24 jam. Setelah 20 hari berada di kamp itu, ia sempat ingin bunuh diri.