free hit counters
 

Kota Basra Membara, Pasukan Irak Bertempur Sengit dengan Pasukan Al-Sadr

Magdalena – Rabu, 17 Rabiul Awwal 1429 H / 26 Maret 2008 15:13 WIB

Pasukan keamanan Irak terlibat pertempuran dengan para pejuang Syiah di sejumlah kota di Irak, antara lain di Basra dan di Kota Sadr. Pertempuaran pecah setelah pimpinan pejuang Syiah Moqtada al-Sadr menyerukan para pengikutnya untuk melakukan pemberontakan di seluruh Irak.

Brigade militer Irak mengirimkan sekitar 15 ribu pasukan dari Baghdad ke kota Basra dan pertempuran sengit terutama terjadi di kantong-kantong pertahanan pasukan Mehdi pimpinan al-Sadr. Kepolisian Irak sudah menyatakan jam malam di kota Basra, Kut, Samawa, Nasiriyah, Hillah dan Diwaniyah.

Kepulan asap hitam menaungi hampir seluruh kota Basra, diselingin deru mesin pesawat-pesawat tempur pasukan koalisi. Aparat keamanan melarang para wartawan yang ingin meliput masuk ke Basra, kota tempat pertempuran paling sengit terjadi. Juru bicara militer Irak, Kolonel Karim al-Zaidi pada Associated Press mengatakan bahwa pasukannya menghadapi perlawanan yang tangguh dari Pasukan Mehdi.

Sementara itu, pasukan AS dan Irak mengepung Kota Sadr di mana terjadi pertempuran di dalam kota. Roket-roket juga dilaporkan jatuh di kawasan Zona Hijau.



Dari Gedung Putih, juru bicara Dana Perino memuji keberanian PM Irak Nouri al-Maliki untuk melakukan perlawanan terhadap "pemberontakan" al-Sadr. "Perdana Menteri Maliki sudah membuat keputusan yang sangat berani, yang membuatnya pada posisi yang sulit di mana para teroris dan pemberontak menguasai kota. Maliki mengerahkan pasukannya dan langsung memimpin mereka, " puji Perino.

Al-Sadr dalam pernyataannya yang dibacakan wakilnya Hazam al-Aaraji di kota Najaf mengingatkan bahwa mereka akan melakukan aksi protes dan aksi mogok nasional, jika serangan terhadap anggota gerakannya dan terhadap "rakyat kecil" tidak dihentikan.

"Kami menuntut para pimpinan politik dan keagamaan untuk turun tangan menghentikan serangan terhadap rakyat. Kami menyerukan pada semua rakyat Irak untuk menggelar aksi protes di seluruh provinsi. Jika pemerintah tidak menghormati tuntutan ini, langkah kedua yang akan dilakukan adalah pemberontakan sipil di Baghdad dan di provinsi-provinsi Irak, " demikian isi pernyataan kelompok al-Sadr.

Laporan Aljazeera menyatakan, sejauh ini, korban tewas mencapai 14 orang dan 100 orang luka-luka di kota Sadr saja.(ln/al-arby/bbc)

Dunia Islam Terbaru