free hit counters
 

Mana Janji Anda Tentang Guantanamo, Mr Obama?

Saad Saefullah – Rabu, 26 Muharram 1431 H / 13 Januari 2010 08:24 WIB


Presiden AS Barack Obama tidak menepati janji kampanyenya. Beberapa hari setelah kemenangannya, ia mengumumkan bahwa pusat penahanan Guantanamo Bay akan ditutup selambat-lambatnya dalam waktu satu tahun setelah dia menjabat. Dua belas bulan kemudian, 198 narapidana masih mendekam ada tidak pernah ada kejelasan kapan penjara itu akan segera ditutup.

Dalam euforia kemenangan Obama, terlalu banyak orang memilih untuk mengabaikan sejarah, bahwa ketika akhirnya realitas kekuasaan bebricara, komitmen sering kali menjadi tumpul.

Gitmo tetap merupakan episode memalukan bagi Amerika Serikat, sebuah warisan beracun untuk Obama dari jabatan yang tidak kompeten dari George W. Bush dan inti kekuasaan Neocons. Karena dimanipulasi di luar hukum internasional, hal ini membuktikan sangat sulit untuk diuraikan memang.

Namun bagaimanapun, proposisi dasarnya tetap belum berubah. Dari 775 tahanan yang dikirim ke Gitmo sejak tahun 2002 dan seterusnya, ada beberapa disebut-sebut sebagai sekutu atau bagian dari jaringan Al-Qaidah. Semuanya dikurung di Gitmo dan bisa dibilang terisolasi dari peradaban.



Di Gitmo, yang ada hanya keyakinan bahwa orang-orang ini harus disimpan terkunci untuk jangka waktu tak terbatas. Yurisdiksi ini berarti para tahanan tidak memiliki jalan lain selain hukum yang ditawarkan oleh sebuah skema yang tertunda sejak lama untuk membawa ke pengadilan militer, dalam suatu proses yang secara umum dianggap bias dan merugikan.

Jika Obama mempunyai tekad baik, tetap selalu akan ada jalan keluar dari lubang hukum bahwa pemerintahan Bush telah menggali kubur untuk dirinya sendiri atau melepaskan dari jerat Gitmo. Amerika Serikat bisa sepenuhnya bergabung dengan Pengadilan Hukum PBB, umumnya dikenal sebagai Pengadilan Dunia. Menyerahkan mereka ke PBB, daripada menjadi koboi sendirian jelas akan memperbaharui martabat Amerika di dunia.

Mungkin ada dua alasan mengapa hal ini tidak terjadi. Yang pertama adalah bahwa Gedung Putih di era Bush tahu kelemahan dan bukti-bukti terhadap beberapa tahanan dan lebih siap untuk berbagi sumber-sumber intelijen rahasia yang berkaitan dengan orang lain. Yang kedua adalah bahwa dengan yurisdiksi Pengadilan Dunia sepenuhnya, ada kemungkinan bahwa warga negara AS, tidak sedikit orang militer, akan diseret di masa depan.

Jadi Gitmo, alih-alih menjadi tempat untuk memberantas penjahat, hanya akan menjadi noda yang mendalam bagi reputasi internasional Amerika. Obama seharusnya serius mempertimbangkan opsi Pengadilan Dunia setahun yang lalu. Dan, sekarang pun, sesungguhnya masih belum terlambat, daripada tidak sama sekali. (sa/arabnews)

Dunia Islam Terbaru

blog comments powered by Disqus