Hilangkan Jejak Pemberontak, Masjid di Zawiya Dihancurkan Pasukan Gaddafi

Pasukan pemerintah rezim Gaddafi menghancurkan sebuah masjid – yang dulunya merupakan pusat oposisi yang digunakan untuk mengendalikan kota di Libya barat – dalam upaya untuk menghilangkan simbol-simbol perlawanan terhadap pemimpin Libya Muammar Gaddafi .

Pasukan oposisi mengambil alih sudut kota selama beberapa minggu setelah pecahnya pemberontakan melawan Gaddafi di Libya pada pertengahan Februari lalu, namun berhasil dikalahkan oleh pasukan Gaddafi setelah serangkaian pertempuran sengit.

Kota Zawiya sekarang secara penuh dikendalikan oleh milisi pro Gaddafi. Tetapi, pengrusakan dan penghancuran masjid yang dilakukan pendukung Gaddafi menyebabkan kesedihan beberapa penduduk setempat.

Muhammad, seorang penjaga toko mengatakan, "Orang-orang di sini sangat marah" Bagaimana mungkin sebuah masjid di hancurkan di tempat seperti ini … Libya adalah sebuah negara Muslim. "

Bangunan masjid yang dihancurkan pasukan Gaddafi terbuat dari batu putih dan memiliki menara tinggi dan paukan oposisi menggunakan masjid sebagai rumah sakit lapangan dan masjid tersebut dibongkar seminggu yang lalu dan diratakan oleh buldoser sehingga mengubah bangunan itu menjadi hamparan lapangan tanah yang berpasir.

Penghancuran juga meliputi sebuah kuburan muslim dekat pemukiman di alun-alun utama di mana dikuburkan banyak pasukan oposisi yang terbunuh.

Ketika wartawan mengunjungi Zawia pada Maret lalu, di sana terdapat sebuah kuburan yang berisi 20 kuburan. Masjid yang ada disana tersebut sering menjadi titik berkumpul untuk shalat dan untuk mengembangkan rencana pasukan anti Gaddafi, dan sisanya dipakai untuk menyiarkan pesan-pesan anti-Gaddafi melalui loudspeaker masjid.

Pemerintah dan wartawan yang diantar ke Zawia pada hari Selasa kemarin diperlihatkan bahwa kota saat ini di bawah kendali pasukan Gaddafi. Bendera-bendera pro Gaddafi berkibar dan teriakan-teriakan dukungan terhadap Gaddafi menggema di kota yang dikuasai oleh pasukan pro rezim.

Para pengamat mengatakan pemerintah sengaja menghancurkan masjid tapi tidak ada komentar resmi dari pejabat pemerintahan.(fq/allvoices)