free hit counters
 

Misteri California di Balik Krisis Ekonomi AS

Saad Saefullah – Kamis, 1 Rajab 1430 H / 25 Juni 2009 15:43 WIB

Jika ingin melihat AS, maka lihatlah California. Washington dan Wall Street menggambarkan negara bagian di AS ini sebagai pusat segala sesuatu di AS, dan otomatis, dalam keruntuhan ekonomi seperti sekarang ini, California tak ubahnya sirkus.

California adalah wilayah terbesar di AS yang mempunyai pusat teknologi tercanggih, Silicon Valley. Rakyat AS banyak tinggal di sini, 38 juta, menjadikannya kota dengan populasi paling padat di Negara Paman Sam. GDP negara bagian ini—jangan salah—lebih besar daripada penduduk Russia, Brazil, Kanada, atau India secara keseluruhan, mencapai $1,8 trilyun per tahun, tertinggi di AS.

Dan sekarang negara bagian ini runtuh.

Turunnya bisnis kredit di California paling parah dibandingkan dengan negara-negara bagian lainnya seperti Los Angeles, New York dan lainnya. Bisnis perumahan di California pun ambruk paling dulu. Rumah-rumah tiada harganya. Dan pengangguran bermunculan di mana-mana seperti jamur di musim penghujan.



Memasuki bulan ini, angka pengangguran di California melonjak menjadi 11,5%, terburuk setelah Perang Dunia II, 64 tahun yang lalu. Bulan lalu, penduduk California yang tak lagi punya pekerjaan mencapai 68.900, dan sejak Juli 2008, 739.000 pengangguran baru terus lahir di wilayah ini.

Para ahli ekonomi AS meyakini, walaupun krisis global ekonomi di AS bisa segera diatasi, sebaliknya krisis di California tampaknya akan terus berlangung. UCLA memprediksikan 12,1 % pengangguran akan segera menyusul di musim semi nanti.

Nah, bagaimana jika krisis ekonomi terus berlangsung seperti sekarang ini? Mungkin angka pengangguran akan mencapai 25%. Inilah periode terburuk AS. California sekarang ini mengalami defisit anggaran $24,3 milyar. Perkataan presiden AS bahwa “California terlalu besar untuk ambruk.” terdengar sumbang di telinga rakyat AS sekarang ini. Karena pada kenyataannya, semua pemerintahan di California tampaknya bergerak tak tentu arah dalam menghindari krisis ini.

Para ahli ekonomi AS sudah mewanti-wanti, “Jangan pernah meremehkan depresi ekonomi di California” pada pengaruh ekonomi AS. GDP $1,8 trilyun per tahun sangat besar, dan babak-belurnya California, sama juga dengan babak-belurnya AS. (sa/mnm)

Dunia Islam Terbaru