free hit counters
 

Mujahidin Chechnya Kembali Beraksi di Grozny, 10 Petugas Polisi Lokal Tewas

Redaksi – Jumat, 5 Desember 2014 07:02 WIB

Grozny-jihad-700x400Grozny,  Polisi setempat melancarkan baku tembak dengan mujahidin Chencen yang melakukan perang gerilya di  ibukota Chechnya Kamis, menewaskan sedikitnya 20 orang tewas .

Bentrokan di Grozny di kota terbesar di Chechnya yang pemerintahannya didukung rezim Kremlin , mengawali kembali perjuangan Islam unjuk kekuatannya  di Chechnya dan pelebaran pertempuran  di seluruh  wilayah Kaukasus Utara Rusia.

Dalam sebuah Situs Kavkaz Center, juru bicara kelompok mujahidin  Islam yang beroperasi di Kaukasus Utara, mengirim pesan video dari  seseorang yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pria dalam video itu mengatakan ia beroperasi atas perintah dari Emir Khamzat, panglima perang Aslan Byutukayev.



Para pemberontak di Chechnya dan wilayah Kaukasus lainnya ingin membuat sebuah negara merdeka yang diatur oleh syariah Islam . Beberapa mujahidin  Kaukasus telah melakukan perjalanan ke Suriah dan Irak untuk bergabung dengan kelompok Negara Islam. Dan IS pun telah bersumpah suatu hari nanti akan  melancarkan serangan di Rusia.

Pertempuran di Grozny dimulai sekitar kamis 01:00, ketika sekitar 10 orang mujahidin bersenjata yang mengendarai tiga mobil menembaki polisi lalu lintas dan  menewaskan tiga petugas. Beberapa mujahidin  kemudian bersembunyi di sebuah gedung perkantoran di dekatnya dan terlibat baku tembak dengan polisi yang cepat mengepung daerah tersebut.

Beberapa pria bersenjata melarikan diri ke sebuah sekolah yang kosong di dekatnya. Dalam  12 jam pertempuran berdarah tersebut,  10 gerilyawan Chencen  tersebut akhirnya gugur , menurut pihak berwenang Rusia. Dan  juga dilaporkan  bahwa 10 petugas polisi tewas dan 28 dari mereka  luka-luka.

Televisi pemerintah Rusia menunjukkan rekaman video polisi menembakkan senjata otomatis dan peluncur granat di tiga lantai sekolah. Baku tembak masih berkecamuk ketika Putin  memberikan pidatonya di Kremlin , dan pemimpin Rusia itu mengancam balasan kekerasan kepada  pemberontak Chechnya .  (JL/KH)

Dunia Islam Terbaru