NATO Menolak Minta Maaf Telah Tewaskan Pasukan Oposisi

NATO menolak untuk menyatakan permintaan maaf atas serangan udara yang telah mereka lakukan yang menyebabkan tewasnya sejumlah anggota pasukan oposisi.

Laksamana Russell Harding, wakil komandan misi NATO, kepada wartawan di Jenewa menyatakan bahwa insiden tewasnya pemberontak karena terkena serangan NATO, menurutnya bukan tanggung jawab NATO untuk terjadinya insiden seperti itu.

"Ini bukan tanggung jawab kami – yang jelas kami berusaha untuk melindungi warga sipil dari serangan apapun dari pasukan Gaddafi – kami tidak akan menyampaikan permintaan maaf, situasi di lapangan banyak variabel yang tidak bisa diperkirakan," katanya.

Di Libya bagian timur yang dikuasai pemberontak, pemberontak yang terluka dibawa ke rumah sakit Ajdabiyah mengatakan truk mereka dan tank kemarin terkena serangan udara NATO di luar Brega, dimana pertempuran telah berlangsung selama seminggu. Perawat di rumah sakit mengatakan sedikitnya lima pejuang oposisi tewas dalam serangan udara pasukan NATO.(fq/irishtime)