Serangan Bom, Pakistan Menyatakan Darurat "Asyura"

Sumber-sumber keamanan Pakistan mengatakan bahwa enam belas orang terluka akibat ledakan dalam sebuah serangan baru Senin malam di kota Karachi, ibukota provinsi Sindh selatan negara itu.

Sumber polisi mengatakan: "Ledakan terjadi di distrik Karachi,di antara yang terluka petugas keamanan dan tiga anak telah dilarikan ke rumah sakit."

Polisi meyakini bahwa ledakan itu disebabkan oleh bahan-bahan peledak namun mereka akan melanjutkan proses investigasi untuk memastikan dari jenis bahan bom yang digunakan.

Kota Karachi pada hari Sabtu lalu mengalami peningkatan intensitas serangan bom yang dilakukan dengan serangan bom mobil, dan melukai tiga belas orang yang terluka.

Sumber keamanan mengatakan, ledakan di Karachi tersebut datang bersama dengan serangan bom yang terjadi di pintu masuk di kota Muzaffarabad, ibukota wilayah Kashmir menyebabkan beberapa kematian dan melukai lima puluh orang.

Darurat "Asyura"

Sementara itu pejabat Pakistan mengumumkan keadaan darurat karena takut akan terjadinya bentrokan sektarian kembali atau serangan dalam peringatan "Asyura" yang biasa dilakukan oleh umat Syi’ah.

Puluhan ribu polisi dan pasukan paramiliter dikerahkan di ibukota Islamabad dan kota-kota besar yang ada di Pakistan, sementara tentara ditempatkan pada kondisi waspada pebuh dan ratusan ambulans disiapkan untuk mengikuti prosesi acara umat Syi’ah tersebut.

Jurubicara kepolisian Pakistan Naeem Iqbal mengatakan: "Kondisi kota Islamabad siaga pebuh," dan menambahkan: "pasukan paramiliter dan tentara akan tetap waspada,dan kami juga akan mengawasi dengan kamere pengintai," menurut kantor berita Agence France-Presse.

Di Lahore, wilayah yang telah mengalami peningkatan jumlah serangan sektarian, polisi berpatroli di jalan-jalan dan berjaga-jaga di atap bangunan.

Kepala polisi Pervez Rathore Lahore menyatakan: "Kami telah memobilisasi lebih dari 25 ribu polisi dan petugas dan tidak akan membiarkan semua kendaraan untuk berhenti di dekat sebuah masjid dalam pawai perayaan asyura."

Sedangkan di Peshawar pemerintah telah menyebarkan 11 ribu polisi dan kelompok paramiliter untuk melindungi pawai Asyura, menurut laporan polisi.

Sahibzada Mohammad Anis, pejabat administratif di kota mengatakan: "Kota ini dalam kondisi waspada dan tentara selalu siap jika harus digunakan." Menurut polisi untuk penertiban acara, mereka telah mengerahkan dua puluh ribu dari anggotanya dan pasukan paramiliter di ibukota keuangan Karachi.(fq/imo)