Panglima Pasukan AS di Afghanistan Jendral Mc Chrystal Dicopot

Presiden AS Barack Obama mencopot Panglima Pasukan Komando AS di Afghanistan Jendral McChrystal, dan menggantinya dengan Jendral Petraeus sebagai komandan perang di Afghanistan.

Obama menegaskan pergantian General McChrystal sebagai panglima tertinggi Afghanistan dengan Kepala Staf Gabungan AS Jendral David Petraeus, dikatakan oleh Presiden AS itu, tidak ada kaitannya dengan perubahan kebijakan AS atas Afghanistan.

Presiden AS Barack Obama hari Rabu (24/6) dan mendesak Senat AS untuk mengkonfirmasi Jenderal David Petraeus secepat mungkin sebagai penggantinya. Strategi Jendral Chrystal dinilai sudah tidak cocok lagi bagi pasukan AS dari Afghanistan oleh Presiden Barack Obama.

Obama mengatakan pergeseran tersebut tidak mencerminkan perubahan kebijakan tetapi mengatakan misi di Afghanistan tuntutan kesatuan di tim keamanan nasionalnya.

Obama marah terhadap Jendral McChrystal atas komentarnya yang mengatakan Gedung Putih telah bersikap mendua terhadap Taliban. Memang, rencananya sesudah operasi di Kandahar ini selesai, dan ini sebagai pamungkas gerakan militer di Afhanistan, rencananya AS akan menarik pauskannya dari wilayah itu. Karena, nampaknya langkah militer yang diambil AS itu, tak juga dapat mengalahkan Taliban secara total.

Sejak McChrystal mengambil alih sebagai komandan pasukan AS dan NATO di Afghanistan pada bulan Juni tahun lalu, ia telah membentuk hubungan yang kuat dengan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, yang menyertai dia di beberapa kunjungan ke wilayah-wilayah dalam upaya untuk menunjukkan dukungan bagi pemerintah.

Obama mengatakan, "Saya menerima pengunduran diri Jenderal Stanley McChrystal sebagai komandan Pasukan Gabungan Keamanan Internasional di Afghanistan."

"Saya tidak membuat keputusan berdasarkan perbedaan dalam kebijakan dengan Jenderal McChrystal," kata Obama. Obama menambahkan bahwa pemeriksaan diwakili dalam artikel yang diterbitkan baru-baru ini dan hal itu tidak memenuhi standar yang harus ditetapkan oleh seorang jenderal yang memerintah."

Dia mengatakan bahwa komentar yang dilontarkan Chrystal itu seperti menggerogoti kontrol sipil terhadap militer dan mengikis kepercayaan publik terhadap perang di Afghanistan, dan telah menimbulkan banyak kritik akibat banyaknya personil militer AS yang telah membunuh ribuan warga sipil Afghanistan. (m/wb)