Seorang perwira senior militer Israel mengatakan ribuan tentara Israel di wilayah utara yang berbatasan dengan Libanon lebih berwaspada setelah jatuhnya pemerintah Libanon.
Pihak berwenang prihatin bahwa kekacauan politik di Libanon akan meluas menjadi kekerasan yang diperbaharui di perbatasan Libanon-Israel.
Pejabat yang berbicara Kamis ini (13/1) dalam kondisi anonimitas karena ia tidak berwenang berbicara kepada pers.
Kelompok militan Syi’ah Hizbullah dan sekutu-sekutunya menarik diri dari pemerintah Libanon pada hari Rabu kemarin, sehingga menyebabkan pemerintah runtuh.
Mereka mengundurkan diri dari pemerintahan setalah pemerintah yang bekerja sama dengan pengadilan PBB menyelidiki pembunuhan tahun 2005 terhadap mantan Perdana Menteri Libanon Rafik Hariri.
Syi’ah Hizbullah menyatakan mereka menolak pengadilan mendakwa beberapa anggotanya yang dituduh terlibat dalam pembunuhan Hariri.(fq/ap)





