Makin meluasnya operasi militer AS di wilayah Pakistan memicu sentimen anti-AS bukan hanya di kalangan rakyat Pakistan tapi juga di tingkat pemerintahan. Meski AS-Pakistan bekerjasama dalam perang melawan teror, kecurigaan dan ketidakpercayaan membayangi hubungan kedua negara itu. Belakangan ini, pemerintah Pakistan bahkan memperketat ijin bagi warga negara AS yang ingin masuk ke wilayah Pakistan.
Seorang sumber diplomat AS yang tidak bersedia diungkap jati dirinya pada kantor berita Associated Press menyatakan bahwa pemerintah Pakistan mempersulit pemberian visa untuk para diplomat, pejabat militer dan pejabat AS lainnya yang ingin berkunjung ke Pakistan. Para diplomat AS di Pakistan, kata sumber tadi, juga harus menjalani pemeriksaan berulangkali di pos-pos pemeriksaan, mobil-mobil dan bagasi mereka juga digeledah.
Menurut sumber diplomat AS itu, pengetatan yang dilakukan Pakistan terhadap warga negara dan pejabat AS sebagai reaksi atas makin meluasnya operasi militer yang dilakukan sepihak oleh AS di wilayah Pakistan, yang menimbulkan sikap anti-AS di negeri itu. Meski demikian, masih kata sumber tadi, AS belum berencana melakukan tekanan pada Pakistan atas kebijakan tersebut.
Pengetatan yang dilakukan Pakistan mengancam sejumlah pegawai kedubes AS di Pakistan yang sudah mengambil cuti untuk liburan natal. Mereka kemungkinan tidak bisa kembali bekerja setelah liburan usai karena otoritas berwenang Pakistan menolak memperpanjang visa mereka. Menurut sumber diplomat AS, Pakistan sudah menolak perpanjangan 135 visa dan menolak sejumlah permohonan visa warga negara AS tanpa memberikan alasan yang jelas. Padahal dalam jangka waktu 18 bulan kedepan, kedubes AS di Pakistan akan menambah pegawainya dari 500 orang menjadi lebih dari 800 orang sejalan dengan program perluasan kantor kedubes dan perluasan program bantuan AS di Pakistan.
Diantara visa-visa yang ditolak oleh pemerintah Pakistan adalah visa warga negara AS yang bekerja sebagai mekanik yang dikerahkan untuk menerbangkan helikopter-helikopter AS guna membantu operasi militer Pakistan di perbatasan. Jika visa para mekanik itu ditolak, maka militer AS akan kekurangan personel untuk melanjutkan operasi-operasi militernya di Pakistan.
Sementara itu, Kepala Staff Gabungan Militer AS, Laksamana Mike Mullen hari Rabu (16/12) kemarin melakukan kunjungan ke kawasan Lembah Swat yang menjadi basis perlawanan kelompok Taliban Pakistan. Dalam kunjungannya, Mullen memberi nilai "A" buat militer Pakistan yang dinilainya sukses mengusir kelompok militan Taliban dari wilayah itu dan meminta kepala angkatan bersenjata Pakistan untuk mempertahankan wilayah yang sudah berhasil dibersihkan dari kelompok militan Taliban. (ln/AP/YN)





