free hit counters
 

Penganut Sekte Sabattiyah, Adli Mansour : Pernyataan Obama Tidak Sesuai Fakta

Redaksi – Jumat, 16 Agustus 2013 08:04 WIB

adly mansourPresiden Mesir mengatakan pada hari Jumat bahwa pernyataan Presiden AS Barack Obama pada kejadian Mesir tidak didasarkan pada “fakta” dan akan memperkuat dan mendorong kelompok-kelompok kekerasan.

Mesir sedang menghadapi “aksi terorisme yang mengarahkan sasaran atas lembaga pemerintah dan fasilitas vital, termasuk puluhan gereja, pengadilan dan kantor polisi dan lembaga-lembaga publik dan swasta,” tambah presiden boneka itu  dalam sebuah pernyataan sebagai upaya mengelabui publik.

“Kelompok kekerasan bersenjata menargetkan hilangnya nyawa dan  peradaban Mesir, termasuk perpustakaan, museum dan taman-taman umum,” kata Adly Mansour yang diindikasi menganut  Sabatiyyah (Sabbath) sebuah sekte dari Yahudi itu.

“Ketakutan Kepresidenan (Obama)  tidak berdasarkan fakta akan memperkuat  kelompok kekerasan bersenjata dan mendorong mereka di jalur anti-demokrasi dan stabilitas,” tambah pernyataan itu.

Obama telah membatalkan latihan militer bersama dengan militer Mesir, mengatakan Mesir berada pada “jalur yang lebih berbahaya.”



“Amerika Serikat mengutuk keras langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah (sementara) Mesir dan pasukan keamanan,” kata Obama dari liburan di pulau Massachusetts Martha Vineyard.

“Kami menyesalkan kekerasan terhadap warga sipil. Kami mendukung hak-hak universal untuk martabat manusia, termasuk hak untuk protes damai, “kata Obama.

Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel, sementara itu, mengatakan kepada  Abdelfatah al-Sisi bahwa “kekerasan dan langkah-langkah yang tidak memadai menuju rekonsiliasi menempatkan kerja sama pertahanan (kedua negara) kita akan beresiko.”

“Sejak krisis dimulai, Amerika Serikat telah membuat jelas bahwa pemerintah Mesir harus menahan diri dari kekerasan, menghormati kebebasan berkumpul, dan bergerak ke arah transisi politik yang inklusif. Perkembangan terakhir,  kekerasan yang telah mengakibatkan ratusan kematian di seluruh negeri, telah merusak prinsip-prinsip, “kata Hagel. (Arby/Dz)

Dunia Islam Terbaru