Perdana Menteri Italia Berlakukan Keadaan Darurat

Perdana Menteri Italia, Silvio Berluconi memberlakukan situasi darurat setelah bencana gempa bumi yang terjadi di kota L’Aquila yang terletak di kawasan pegunungan Abruzzo sebelah timur Roma.

Gempa berkekuatan 6,3 skala Richter itu terjadi pada hari Senin pagi dan merusak ribuan bangunan. Untuk sementara, jumlah korban tewas yang berhasil didata akibat gempa tersebut sedikitnya 27 orang, beberapa diantaranya anak-anak. Dipekirakan korban akan terus bertambah.

"Ribuan orang kehilangan rumah dan ribuan bangunan rusak atau roboh," kata Agostino Miozzo, seorang pejabat dari kementerian perlindungan sipil.

Laporan media massa lokal menyebutkan, diduga masih banyak orang yang terperangkap di bawah reruntuhan bangunan dan pemerintah Italia sudah mengerahkan regu penyelamat ke lokasi kejadian.

"Akan banyak korban tewas dan luka. Bencana ini akan membuat negara ini sibuk selama berminggu-minggu," kata Guido Bertolaso, kepala departemen keselamatan publik menggambarkan betapa hebatnya guncangan gempa yang terjadi tadi pagi waktu setempat.

Siaran televisi Italia memperlihatakan reruntuhan bangunan yang menumpuk di jalan-jalan dan mengubur sejumlah kendaraan yang sedang parkir. Menara sebuah gereja dan sebagian bangunan universitas serta bangunan-bangunan bersejarah di L’Aquila ikut ambruk akibat guncangan gempa.

Walikota L’Aquila, Massimo Cialente mengungkapkan, sudah ada laporan delapan orang hilang di kota San Demetrio dan Vestini dan sekitar 100.000 penduduk mengungsi. Departemen pertahana sipil sudah mendirikan sejumlah tenda sebagai tempat berlindung para pengungsi. Banyak warga yang hanya berbekal selimut, karena mereka buru-buru menyelamatkan diri begitu gempa pertama terjadi.

Aliran listrik yang melayani sekitar 15.000 pelanggan putus, begitu pula jalan bebas hambatan yang menghubungkan L’Aquila dengan Roma.

Survei Geologi AS menyebutkan, pusat gempa berada 95 kilometer di sebelah timur laut Roma dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Gempa terjadi pada pukul 03.32 dinihari ketika warga masih terlelap tidur.

Gempa yang terjadi Senin pagi adalah gempa terbesar dari rangkaian gempa kecil yang sudah dirasakan warga sejak hari Minggu kemarin. Letak geografis Italia yang berada di persimpangan garis gempa membuat negara berpenduduk 20 juta jiwa ini rawan gempa.

Pada bulan Oktober 2002, gempa yang mengguncang wilayah San Giuliano menghancurkan sebuah sekolah di desa itu dan menewaskan 30 orang, 27 orang diantaranya adalah siswa sekolah dan seorang guru. (ln/aljz)