free hit counters
 

Perusahaan Israel Pecat Karyawatinya Karena Menggunakan Bahasa Arab

Magdalena – Jumat, 6 Agustus 2010 09:31 WIB

Renin Jabar, seorang warga Arab Israel yang bekerja sebagai kasir di toko Home Center di Herzliya dipecat hanya karena ia menggunakan bahasa Arab saat berbincang dengan rekan-rekan kerjanya. Pemecatan itu membuat Jabar marah dan menyatakan bahwa pemilik tokonya sudah bertindak rasial.

"Ini tindakan rasial. Kenapa saya dilarang bicara dalam bahasa Arab dengan sesama karyawan yang juga orang Arab di jam istirahat?," tukas Jabar.

Ia sudah bekerja sebagai kasir di Home Center yang berada di Seven Stars Mall sejak dua tahun yang lalu. Sebuah cabang baru dibuka hari Sabtu pekan kemarin dan mempekerjakan bahwa orang-orang Arab untuk bekerja pada akhir pekan. Jabar mengatakan, para manajernya selama ini puas dengan hasil kerjanya. Tapi para pemilik toko rupanya sering memperhatikan Jabar berbincang dengan pegawai lain dalam bahasa Arab dan itu membuat pemilik toko tidak senang.

"Salah satu pemilik toko, seorang perempuan memanggil saya dan memerintahkan agar saya tidak lagi menggunakan bahasa Arab. Saya bilang bahwa saya berbahasa Arab di jam istirahat, itupun dengan sesama karyawan bukan dengan para pelanggan. Apa yang saya lakukan dibolehkan karena bahasa Arab juga menjadi bahasa resmi di Israel. Tapi perempuan itu mengatakan bahwa tak seorang senang mendengarnya berbahasa Arab dan tetap meminta saya tidak lagi bicara dalam bahasa Arab. Saya katakan padanya bahwa itu tindakan rasial," papar Jabar.

Pihak Home Center mengakui pernah menegur Jabar karena menggunakan bahasa Arab. Tapi mereka membantah bahwa masalah itu yang menjadi dasar pemecatan terhadap Jabar.

Jabar mengungkapkan, sejak ia ditegur pemilik toko, ia ditugaskan untuk melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan jabatannya sebagai kasir. Jabar misalnya disuruh membersihkan kamar mandi. Tentu saja Jabar menolak suruhan itu. Ia juga mengaku uang transportnya dibayar lebih rendah dari yang seharusnya oleh perusahaan itu. Ia juga menerima surat pemecatan dari salah seorang rekan kerjanya.



"Ini merupakan diskriminasi yang jelas. Mereka memecat saya atas alasan rasial karena saya berani berbincang dalam bahasa Arab dengan teman sekerja saya sesama orang Arab," tandas Jabar.

Tak puas dengan pemecatan itu, Jabar mengontak seorang pengacara, Tawfiq Tibi yang langsung mengirimkan surat pernyataan pada Home Center dan menuntut kompensasi sebesar 80.000 NIS atau sekitar lebih dari 200 juta rupiah, karena kliennya dipecat atas alasan rasial.

Sebuah situs berbahasa Arab, PANET yang mengetahui kasus ini, juga menyatakan akan membantu Jabar untuk mengajukan gugatan hukum terhadap manajemen Home Center. (ln/Ynet)

Dunia Islam Terbaru