free hit counters
 

Polisi Berjuang Menghadapi Demonstran

Mashadi – Kamis, 28 Zulhijjah 1430 H / 17 Desember 2009 11:11 WIB

Polisi Denmark hadapi demonstrasi pegiat lingkungan di dekat KTT. Polisi menghalau ratusan demonstran yang berusaha menerobos pagar pembatas di lokasi pertemuan puncak iklim di Kopenhagen. Bella Centre, tempat konferensi berlangsung sekarang sudah diblokir oleh polisi dan tak satu orang pun yang boleh masuk atau keluar.

Para pegiat marah karena tidak banyak kemajuan yang dicapai dalam kesepakatan baru mengenai iklim dan juga oleh pembatasan masuk ke dalam konferensi ini. Sementara itu, negara-negara Afrika melunakkan tuntutan mereka terhadap negara-negara kaya untuk membiayai penanggulangan dampak perubahan iklim.

Perdana Menteri Etiopia, Meles Zenawi berbicara atas nama negara-negara Afrika mengumumkan sikap mereka. Langkah ini bisa membuka babak baru perundingan karena selama ini masalah ini yang menjadi halangan. Saya tahu usulan saya hari ini akan mengecewakan beberapa negara Afrika

Meles Zenawi, Presiden Etiopia, "Saya tahu usulan saya hari ini akan mengecewakan beberapa negara Afrika," kata dia. "Usulan saya menurunkan harapan kita dalam soal besarnya pendanaan, sebagai imbalannya mendapatkan lebih banyak pendanaan yang bisa diandalkan."

Dalam perkembangan terakhir, Menteri Lingkungan Denmak Connie Hedegaard mengundurkan diri sebagai presiden Konferensi Tingkat Tinggi. Dia akan digantikan oleh Perdana Menteri Denmark, Lars Lokke Rasmussen.

Nyonya Hedegaard mengatakan langkah itu cuma prosedur dengan menambahkan: "Dengan banyaknya kepala negara dan pemerintahan tiba disini, sudah sepantasnya perdana menteri yang menjadi presiden acara ini." Namun begitu, di belakang layar terjadi ketegangan antara kantor perdana menteri Denmark dan departemen Hedegaard.

Konfrontasi

 Banyak delegasi tak bisa masuk karena panitia membatasi akses. Polisi menangkap paling tidak 240 pengunjuk rasa ketika mereka berbaris menuju lokasi KTT di Kopenhagen. Terjadi konfrontasi yang menegangkan antara para pengunjuk rasa dan polisi setelah sebelumnya terjadi bentrok.

Rekaman televisi memperlihatkan polisi menggunakan pentungan terhadap kerumunan demonstran dan beberapa pengunjuk rasa menghapus air mata mereka setelah terkena semprotan air merica atau gas air mata. Korban cedera jatuh di pihak pengunjuk rasa maupun polisi.

Sementara para menteri pemerintah dari seluruh dunia berdatangan untuk ikut bergabung dalam KTT ini, para pejabat Denmark mengurangi jumlah pegiat yang boleh masuk. Ribuan delegasi terpaksa antrian berjam-jam untuk bisa masuk ke lokasi konferensi, banyak diantara mereka yang tidak berhasil masuk.

Delegasi yang tak berhasil masuk hari Rabu termasuk kelompok kampanye lingkungan Friends of the Earth. Organisasi ini mengatakan delegasi mereka sudah tiba di pusat lokasi hanya untuk mendapat pemberitahuan bahwa kartu tanda masuk mereka sudah tidak berlaku lagi. Beberapa pegiat mengatakan bahwa setelah berpawai ke lokasi KTT, mereka akan berusaha menerobos masuk.

Dan sumber-sumber mengatakan kepada BBC bahwa Perdana Menteri Inggris Gordon Brown diberitahu bahwa dia tidak bisa meninggalkan lokasi konferensi di Copenhagen karena alasan keamanan. Brown seharusnya mengadakan serangkaian pertemuan bilateral di sebuah hotel di dekat lokasi konferensi.

Di dalam konferensi sendiri, sesi ‘tingkat tinggi’ hari Rabu yang seharusnya mendengar pidato beberapa perdana menteri dan tamu-tamu terhormat lainnya ditunda karena beberapa negara berkembang mengajukan protes atas masalah-masalah prosedural.

Cina mengatakan proses yang dipilih oleh tuan rumah Denmark, "kurang transparan". Sementara negara-negara lain mengeluh bahwa kalimat-kalimat yang ditulis ulang banyak yang dibuang tanpa ada konsultasi.

Wartawan lingkungan BBC, Richard Black mengatakan KTT ini diwarnai oleh klaim-klaim dari negara-negara lebih miskin bahwa Denmark merancang bentuk perundingan agar hasilnya sesuai dengan keingingan Uni Eropa.

Masalah fundamental

Delegasi-delegasi yang hadir dalam KTT ini masih memiliki sejumlah besar masalah fundamental yang harus diselesaikan sebelum KTT berakhir akhir pekan ini, demikian menurut wartawan BBC Richard Black.



Persoalan-persoalan ini termasuk besarnya pengurangan emisi oleh negara-negara maju, bagaimana mengumpulkan dana dan pembagiannya, dan yang lebih fundamental lagi, apakah kesepakatan disini harus mencapai persetujuan untuk menjaga kenaikan suhu global sebesar 2 derajat Celsius atau 1,5 derajat Celsius.

Dalam rancangan naskah yang dibagikan kepada para delegasi dan yang diperoleh BBC terlihat bahwa bagian-bagian paling penting bagi tercapainya satu kesepakatan masih harus diputuskan. Target-target temperatur masih disebut sebagai alternatif, kata wartawan BBC. Usulan angka pemotongan emisi oleh negara-negara kaya, selain Amerika, berkisar antara 15 persen pada tahun 2013-2017 sampai 49 persen pada tahun 2013-2020.

Paragraf mengenai pendanaan dalam rancangan ini masih dalam tanda kurung yang berarti tak satupun isi di dalamnya yang sudah disetujui, kata wartawan BBC Richard Black.

Demonstrasi  besar-besaran di hampir seluruh negara Uni Eropa, seperti Perancis, Jerman, Itali, Denmark, Inggris, dan Amerika. Puluhan ribu aktivis lingkungan hidup melakukan aksi yang menginginkan penyelamatan terhadap masa depan mereka, yang terancam akibat pemanasan global, karena emisi terus meningkat, dan membahayakan bumi. Aktivis lingkungan mereka menekan negara mereka masing-masing, agar melakukan pengurangan karbon-emisi itu. (m/bbc)

Dunia Islam Terbaru