Polisi Tunisia Tewaskan Tiga Demonstran

Bentrokan terbaru antara demonstran dan pasukan keamanan di Tunisia telah menyebabkan setidaknya tiga orang tewas dan sembilan lainnya terluka pada saat demonstrasi terus berlangsung menentang pemerintah sementara negara itu.

Kekerasan bentrokan pecah Sabtu malam setelah pasukan keamanan Tunisia menggunakan gas air mata untuk membubarkan ribuan demonstran pro-demokrasi yang telah berkumpul di depan Kementerian Dalam Negeri di ibukota Tunis, Xinhua melaporkan.

Menurut saksi mata, saling tembak terdengar di antara demonstran dan polisi di Tunis pusat hingga larut malam. Helikopter juga terlihat berputar-putar di ibukota Tunisia.

"Pulanglah … saya akan menunjukkan kepada Anda apa itu demokrasi," salah satu petugas polisi terdengar berteriak di antara kepulan gas air mata.

Lebih dari 100 orang telah ditangkap menyusul aksi pembakaran dan pengrusakan di pusat kota.

Demonstran menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Muhammad Ghannouchi dan bersikeras bahwa mereka tidak akan mentolerir setiap anggota partai yang berkuasa rezim Ben Ali dalam pemerintahan pasca-revolusi.

Ghannouchi mengatakan bahwa ia akan mengundurkan diri dalam waktu enam bulan dan setelah pemilu berlangsung, tapi pengunjuk rasa khawatir bahwa revolusi mereka mungkin akan dibajak oleh orang-orang yang masih setia terhadap kebijakan yang menindas dari mantan presiden Ben Ali.

Pada hari Jumat lalu, puluhan ribu warga Tunisia turun ke jalan, menyerukan Ghanouchi untuk turun dan menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sipil.

Demonstrasi hari Jumat adalah demo terbesar sejak penyingkiran mantan penguasa Zine El Abidine Ben Ali bulan lalu.(fq/prtv)