Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz, menyatakan pernyataan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu di dalam Konferensi AIPAC membahayakan perdamaian. Ini merupakan pernyataan Raja Abdullah yang paling keras menanggapi sikap Israel, yang tetap tidak mau menghentikan pembangunan pemukiman di Jerusalem Timur.
Sebelumnya kelompok ‘Quartet’ (AS, Uni Eropa, Rusia, dan PBB) mengecam Israel sebagai arogan, dan tidak mengindahkan kehendak masyarakat dunia, dan merusak perjanjian dan hukum internasional. Netanyahu yang berpidato di depan anggota AIPAC, menegaskan, "Jerusalem bukan pendudukan", tetapi dengan sangat jelas Netanyahu mengklaim, Jerusalem adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan wilayah Israel lainnya.
Jerusalem sama degan Tel Aviv, dan sudah berada di bawah kekuasaan Israel, sejak tahun 1967, dan tidak ada gugatan apapun, tegas Netanyahu. Jerusalem Timur yang akan menjadi ibukota negara Palestina, sekarang terus direduksi dengan pembangunan pemukiman bagi Yahudi, yang terus berlangsung.
Pembangunan 1.600 di Ramat Shlomo, yang merupakan pemukiman baru Yahudi itu, kejahatan, dan pengingkaran terhadap hak rakyat Palestina, Arab, dan hak-hak umat Islam, ujar seorang pejabat Saudi.
Raja Abdullah bin Abdul Aziz, menilai sikap Israel hanyalah menunjukkan tidak adanya kesungguhan untuk melakukan perdamaian dengan negara-negara tetangganya. (m/jp)





