Rumah Masa Kecil Khabib, Ada Quran Tergantung di Dinding

Rata-rata tembok rumah di Desa Sildi tidak disemen seperti kebanyakan rumah di Indonesia. Tembok rumahnya hanya berupa potongan-potongan batu yang masih bertekstur kasar.

Jalan menuju Desa Sildi juga curam dan berkelok-kelok mengikuti sungai dan pegunungan. Kota terdekat berjarak sekitar 40 km.

Pada tahun 1990-an, penduduk Desa Sildi berbondong-bondong pindah ke Kizilyurt yang terletak di dataran rendah. Di sana, mereka mendapatkan lahan, pekerjaan, dan infrastruktur.

‘’Desa Sildi saat ini hanya dihuni oleh 220 orang saja. Sebagian besar warga desa bertani dan beternak,’’ sebut rbth.com.

Masjid dan Sekolah
Desa Sildi tidak hanya unik karena bangunan-bangunan rumah penduduknya. ‘’Di Sildi hanya ada sekolah dan masjid,’’ sebutnya.

Tidak ada rumah sakit dan taman kanak-kanak di Sildi. Desa masa kecilnya Khabib juga tidak memiliki toko yang bisa memenuhi kebutuhan pokok warganya.

Bagi warga desa yang tak punya mobil, ada sebuah truk Kamaz yang mampir sebulan sekali mendatangi warga. Kamaz membawa bahan-bahan makanan, seperti tepung, gula, beras, dan pasta.

Tidak ada layanan telepon yang layak, apalagi jaringan internet. ‘’Kadang-kadang, sinyal telepon hanya bisa didapat di sekolah, yang terletak di puncak desa.’’

Tur ke Rumah Khabib
Sebelumnya tidak banyak yang peduli dengan kehadiran Desa Sildi. Tetapi, sejak nama Khabib Nurmagomedov mendunia, desa terpencil di puncak pegunungan itu tiba-tiba ikut terkenal.

Satu-satunya yang membuat Desa Sildi menjadi terkenal adalah Khabib dan sang ayah Abdulmanap Nurmagomedov. Sang ayah, yang kini sedang terbaring di rumah sakit akibat serangan jantung, juga seorang atlet beladiri yang banyak mengukir prestasi.

‘’Setelah sejumlah kemenangan Khabib pada UFC, Sildi menjadi semacam tempat ‘sakral’ bagi para penggemar sang petarung,’’ sebut laporan Russia Beyond.

Papan reklame dengan foto sosok Khabib Nurmagomedov akan menyambut siapa pun yang berkunjung ke Desa Sildi. Terpampang tulisan: ‘’Selamat Datang di Tanah Elang’’. Sang Elang atau The Eagle merupakan julukan Khabib di kancah pertarungan UFC.

Pada tahun 2020 ini, Pemerintah Dagestan memiliki rencana untuk membangun hotel dan spa di Desa Sildi. Sementara, warga desanya lebih aktif dengan menyediakan tur ke rumah sang pemegang sabuk juara dunia kelas ringan UFC tersebut.

Rumah Khabib berada di Jalan Nurmagomedov. Namun jalan itu tidak dinamai menurut nama Khabib, melainkan nama pamannya yakni Nurmagomed Nurmagomedov. Namanya dijadikan nama jalan karena sang paman mengharumkan nama Desa Sildi dengan menjadi juara dunia Sambo pada tahun 1990an.

Rumah Khabib
Rumah Khabib seperti kebanyakan rumah-rumah di Desa Sildi. Ketika jendela rumah dibuka, pemandangan pegunungan langsung tersaji indah.

Menurut laporan media setempat, rumah Khabib memiliki dua kamar berukuran kecil dengan sebuah sofa dan tempat tidur. Ada sebuah kulkas tua dan dapur kecil di ruang makan keluarga.

Pada salah satu dinding rumah, seperti laporan Russia Beyond, terdapat sebuah paku yang menggantung seutas tasbih. ‘’Pada paku lainnya terdapat sebuah tas yang berisi Alquran,’’ sebutnya.

Sementara, lantai rumah dihamparkan sebuah karpet tua usang. Ada sebuah TV di salah satu sudut ruangan, tetapi televisinya rusak akibat antenanya tersambar petir.

Pada tahun 1990an, keluarga Khabib ikut meninggalkan desa seperti tetangga lainnya yang pindah ke dataran rendah. Tetapi, keluarga Khabib tidak menjual rumah mereka. Kakeknya sempat tinggal di sana sebelum akhirnya menyusul pindah ke daerah perkotaan.

Rumah tersebut kini digunakan oleh banyak kerabat Nurmagomedov. Bahkan, Khabib sesekali pulang kampung dan menginap di rumah masa kecilnya yang sederhana tapi penuh kenangan indah tersebut.(ROl)