
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengumumkan dukungannya untuk sebuah negara merdeka dan berdaulat di Palestina, menekankan bahwa pengakuan negara Palestina telah "lama tertunda."
"Namun … pengakuan negara adalah sesuatu yang harus ditentukan oleh negara-negara anggota PBB," dikutip AFP atas pernyataan Ban yang mengatakan pada Jumat ini (9/9).
"Pengakuan negara bukan [ditentukan] oleh sekretaris jenderal jadi saya menyerahkannya kepada negara-negara anggota untuk memutuskan untuk mengakui atau tidak mengakui," tambahnya.
Pernyataan itu muncul sehari setelah Palestina meluncurkan "Kampanye Nasional Palestina: negara ke-194" mereka Kamis kemarin (8/9).
Sebelumnya sejumlah warga Palestina pada hari Kamis kemarin berkumpul di depan gedung PBB di Tepi Barat kota Ramallah, di mana mereka menyerahkan surat yang ditujukan ke Ban, mendesak dia untuk menambahkan suara moral dukungannya untuk rakyat Palestina.
Para aktivis Palestina juga mengatakan bahwa mereka akan terus menerus melakukan aksi pertemuan damai menjelang pertemuan tahunan Majelis Umum PBB pada 20 September mendatang.
Otoritas Palestina (PA) tahun ini telah mengumumkan akan mencari pengakuan atas sebuah negara merdeka Palestina di sidang tahunan Majelis Umum PBB.(fq/prtv)





