free hit counters
 

Setahun Menghilang, Amiri Mengaku Ditawari Uang 10 Juta Dollar oleh AS

Magdalena – Jumat, 11 Juni 2010 07:36 WIB

Di tengah ketidakjelasan nasib peneliti Iran yang menghilang secara misterius, muncul rekaman video Shahram Amiri yang menyebutkan bahwa ia dibujuk oleh pemerintah AS untuk mengakui bahwa ia membelot ke AS atas kemauan sendiri.

Amiri adalah seorang peniliti di Universitas Malek Ashtar di Teheran dan diduga memiliki banyak informasi tentang program nuklir Iran, sehingga hilangnya Amiri secara misterius menjadi kasus yang sensitif di Iran. Keluarga Amiri melaporkan hilangnya Amiri pada bulan Juni 2009, saat Amiri menunaikan ibadah haji di Arab Saudi. Keluarganya mengatakan, sebelum menghilang, Amiri diinterogasi oleh aparat Saudi dan sempat menghubungi istrinya di Madinah. Setelah itu, Amiri seperti hilang ditelan bumi.

Spekulasi pun bermunculan bahwa Amiri diculik oleh agen-agen rahasia AS yang berkolaborasi dengan agen-agen Saudi. Menteri Luar Negeri Iran, Manouchehr Mottaki ketika itu menyatakan bahwa pihaknya menemukan banyak dokumen yang membuktikan keterlibatan AS atas hilangnya Amiri. Muncul pula spekulasi bahwa Amiri membelot ke AS atas kemauannya sendiri.

Teka-teki hilangnya Amiri sepertinya akan segera terjawab setelah sumber-sumber intelejen Iran menyatakan mendapatkan sebuah rekaman rekaman Amiri. Dalam rekaman tersebut Amiri mengatakan bahwa ia diiming-imingi uang sebesar 10 juta dollar oleh AS jika bersedia tampil di CNN dan mengakui bahwa ia membelot ke AS atas kemauannya sendiri. Peneliti Iran itu juga diminta untuk menyatakan sikap oposisinya terhadap pemerintah Iran dan datang ke AS untuk meminta suaka.

Ada dua rekaman video Amiri yang muncul. Rekaman pertama berisi pengakuan Amiri bahwa ia diculik oleh agen-agen rahasia AS dan Saudi saat menunaikan ibadah haji di Makkah tahun 2009. Tapi rekaman video kedua, terdapat kontradiksi dengan pernyataan awal Amiri.

Pemerintah Iran lewat Departemen Luar Negerinya hari Rabu kemarin menyatakan akan mengusut kasus Amiri lewat saluran hukum dan politik. (ln/prtv)

loading...

Dunia Islam Terbaru