Partai opisisi Yordania, Front Amal Islam yang merupakan sayap politik Ikhwanul Muslimin menyerukan agar menteri tenaga kerja negara itu mundur atau dipecat dari jabatannya.
Alasan dari kubu Front Amal Islam meminta menteri tenaga kerja dipecat, karena menteri tersebut telah mengizinkan kaum perempuan untuk bekerja di night club sampai pagi, bertolak belakang dengan dengan larangan sebelumnya terkait masalah ini.
Menteri tenaga kerja Yordan sendiri yang bernama Samir Murad – yang dipandang oleh kalangan Islamis sebagai menteri liberal – menegaskan bahwa peraturan yang ada tidak melarang warga Yordania baik itu laki-laki maupun perempuan untuk bekerja di klub-klub malam.
Namun sayap pemuda dari Front Amal Islam mengatakan secara terbuka bahwa mereka akan tetap menggelar kampanye yang bertujuan untuk pemecatan terhadap Menteri Tenaga Kerja Samir Murad, setelah keputusannya yang memungkinkan bagi perempuan Yordania untuk bekerja di klub malam hingga pagi. (fq/alqudsalarabi)





