free hit counters
 

Suu Kyi Tidak Mau Jawab Soal Kewarganegaraan Muslim Rohingya

Redaksi – Kamis, 29 Sya'ban 1436 H / 18 Juni 2015 17:30 WIB

aungEramuslim.com – Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi perlahan mulai berkomentar soal etnis muslim Rohingya. Namun peraih Nobel Perdamaian itu tak mau menjawab lugas soal perlunya Rohingya mendapatkan status kewarganegaraan dari pemerintah Myanmar.

Meski begitu Suu Kyi mendorong pemerintah Myanmar segera menyelesaikan pertimbangan soal status kewarganegaraan kepada warga minoritas. Suu Kyi menilai, isu sensitif seperti Rohingya harus ditangani dengan sangat hati-hati. Pemerintah Myanmar, menurut Suu Kyi, masih mempertimbangkan status kewarganegaraan bagi minoritas di Myanmar.

“Harus segera dan sangat transparan dan kemudian memutuskan langkah selanjutnya dalam proses yang dilakukan,” ucap Suu Kyi dalam wawancara dengan media AS, The Washington Post yang dipublikasi secara online pada Selasa (16/6) dan dilansir AFP, Kamis (18/6/2015).

Namun saat ditanya apakah Rohingya yang memicu krisis imigran, layak mendapat status kewarganegaraan Myanmar, Suu Kyi menghindar untuk menjawabnya.

“Ini isu sensitif, dan ada banyak kelompok religius dan ras berbeda, sehingga apapun yang yang kita lakukan terhadap satu kelompok mungkin akan berdampak pada kelompok lainnya,” imbuh Suu Kyi.



“Jadi ini adalah situasi yang sangat kompleks dan bukan hal yang bisa diselesaikan hanya dalam satu malam,” tegasnya.

Suu Kyi yang disebut-sebut sebagai ikon demokrasi itu, selama ini dituding gagal membela kaum tertindas dan minoritas di negaranya sendiri. Dia lebih banyak diam saat isu Rohingya menjadi pembahasan hangat media dan bahkan menjadi perhatian khusus negara-negara Amerika Serikat dan Eropa.

“Kita memiliki banyak kelompok minoritas di negara ini, dan saya selalu berbicara untuk hak kaum minoritas dan perdamaian serta keselarasan dan kesetaraan,” ucapnya kepada Washington Post, setelah mengunjungi China.

“Pemerintah tidak berbuat banyak untuk mengurangi ketegangan (di Rakhine) dan menangani sumber konflik,” tandasnya.(rz)

Dunia Islam Terbaru