free hit counters
 

Ulama Yaman Desak Tentara Untuk Tidak Patuhi Perintah

Al Furqan – Senin, 14 Rabiul Akhir 1432 H / 21 Maret 2011 08:21 WIB

Para ulama mendesak tentara Yaman untuk tidak mematuhi perintah atasan mereka dan bersamaan dengan hal itu menteri ketiga dalam pemerintahan Yaman mengundurkan diri setelah terjadi insiden lebih dari 50 demonstran ditembak mati pada saat mereka menyerukan untuk mengakhiri pemerintahan Presiden Ali Abdullah Saleh.

Ulama terkemuka Yaman mengatakan presiden Saleh bertanggung jawab atas pembantaian rakyat sipil di Yaman menyusul insiden setelah shalat Jumat lalu, yang menjadi hari terburuk dalam pertumpahan darah dalam kerusuhan yang berujung kekerasan di Yaman.

"Kami menyerukan kepada pasukan tentara dan keamanan untuk tidak mematuhi perintah dari siapa pun yang bertujuan untuk membunuh dan menindas para demonstran," sekelompok ulama berpengaruh di negara yang sangat religius tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama.

Diantara penandatangan pernyataan itu adalah Syaikh Sadiq al-Ahmar, pemimpin dari sukunya presiden Saleh.

Mereka juga menyerukan agar pasukan elit Garda Republik Saleh ditarik dari ibukota, dimana pengunjuk rasa anti-rezim terus duduk-di dekat Universitas Sanaa meskipun keadaan darurat telah diterapkan setelah kekerasan hari Jumat pekan lalu.

Saleh telah menyatakan hari Minggu kemarin (20/3) sebagai "hari berkabung nasional" untuk "martir bagi demokrasi," sementara menyalahkan sikap oposisi yang melakukan hasutan dan kekacauan yang telah menyebabkan terjadinya pembunuhan.

Para aktivis pemuda yang melakukan aksi di dekat universitas Sana’a dalam pernyataannya menyatakan bahwa sikap Saleh yang mengatakan berkabung adalah palsu.



"Setelah tangannya berlumuran darah… ia menangis dengan air mata buaya bagi para martir," kata mereka dalam sebuah pernyataan.

Pihak oposisi mengatakan presiden harus mengundurkan diri tahun ini, tetapi Saleh menolak untuk pergi sampai berakhirnya kekuasaannya pada tahun 2013.

Menteri HAM Huda Al-Baan Yaman Sabtu malam mengumumkan bahwa dia mengundurkan diri sebagai aksi protes atas pertumpahan darah hari Jumat lalu, di mana wakil menteri di kementerian itu, Ali Taysir, juga ikut mengundurkan diri.

Baan menjadi menteri Yaman ketiga yang mengundurkan diri dalam beberapa hari terakhir.(fq/aap)

Dunia Islam Terbaru