
Menteri luar negeri Prancis mengatakan Paris melakukan kontak dengan utusan dari presiden Muammar Gadhafi yang mengatakan bahwa orang kuat Libya yang sedang diperangi tersebut telah "siap untuk pergi."
Alain Juppe mengatakan kepada radio Info Prancis pada Selasa ini (12/7) bahwa sementara ini kontak dengan utusan Gaddafi tidak merupakan negosiasi, "Semua orang (yang terlibat dalam perang saudara Libya) melakukan kontak dengan yang lainnya."
"Rezim Libya mengirimkan utusannya ke seluruh negara, ke Turki, ke New York, ke Paris," tambah Juppe. "Kami menerima utusan yang mengatakan bahwa Gadhafi siap untuk meninggalkan kekuasannya. Mari kita membahasnya."
Sehari sebelumnya, pejabat Kementerian Luar Negeri Prancis membantah laporan bahwa Prancis sedang bernegosiasi dengan Gaddafi.
Prancis adalah bagian dari operasi serangan udara yang dipimpin NATO terhadap pasukan Gaddafi dan bersikeras Gaddafi harus menyerahkan kekuasaannya. (fq/ap)





