
Ribuan warga Prancis berunjuk rasa, menentang impor produk-produk Israel yang diproduksi di wilayah pendudukan Israel di Palestina. Para pengunjuk rasa yang datang dari seluruh penjuru Prancis itu melakukan aksi protesnya di sepanjang jalan di Pelabuhan Sete, Mediterania, dimana terdapat perusahaan eksportir terbesar Israel, Agrexco.
Pemerintah Israel menguasai lebih dari 50 persen saham perusahaan yang mendistribusikan lebih dari 300.000 ton buah-buahan dan sayuran asal Israel ke berbagai negara Eropa. "Uni Eropa dan Israel sudah menyetujui bahwa Israel akan mendapatkan preferensi pajak impor dengan satu syarat, produk-produk itu tidak berasal dari wilayah pendudukan Israel di Palestina. Tapi kami tahu bahwa Agrexco menghasilkan produk-produknya dari wilayah-wilayah pendudukan dan masih menikmati fasilitas pengurangan pajak," kata Sekretaris Jenderal Tannich Coupe Sud de France.
Prancis adalah satu dari 10 negara teratas yang menjadi partner bisnis Israel. Selama ini, para aktivis dan warga Prancis yang kritis menyuarakan kampanye menolak produk-produk Israe yang dihasilkan dari wilayah jajahan Israel di Palestina. Bulan Februari kemarin, Mahkamah Agung Uni Eropa mengeluarkan keputusan bahwa produk-produk Israel yang dihasilkan dari kawasan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina di Tepi Barat, tidak bisa dianggap sebagai produk Israel. Itu artinya, produk-produk bersangkutan tidak bisa menikmati fasilitas kemudahan yang tercantum dalam kesepakatan perdagangan antara Israel dan Uni Eropa.
Salah satu peserta aksi unjuk rasa boikot produk Israel adalah sineas asal Israel, Eyal Sivan. "Ini adalah kampanye stigmatisasi. Kemungkinan kehancuran ekonomi Israel bukan sebuah ilusi. Citra Israel yang menjadi target aksi protes kami," kata Sivan.
Perusahaan-perusahaan Israel yang berdiri di wilayah pemukiman ilegal di Tepi Barat memproduksi antara lain minuman anggur, kosmetik, perlengkapan komputer dan produk pangan. Warga Palestina sejak lama sudah memprotes dan mengatakan bahwa produk-produk Israel yang dihasilkan dari pemukiman-pemukiman Yahudi ilegal di wilayah Palestina selayaknya tidak mendapatkan hak istimewa dalam kesepakatan perdagangan. Para aktivis pro-Palestina juga secara ruin melakukan protes terhadap supermarket-supermarket di Eropa yang menyediakan produk-produk "haram" Israel. yang dihasilkan dari wilayah jajahannya di Tepi Barat, Palestina. (ln/prtv)





