free hit counters
 

13 Orang Afghanistan Tewas Setiap Hari Karena Serangan AS

Saad Saefullah – Jumat, 26 Juni 2009 07:56 WIB

Kematian bukan sesuatu yang aneh dan mahal di Afghanistan. Di negara itu, rakyat sipil Afghanistan yang beragama Islam betapa mudahnya menjadi sasaran tembak.

Perempuan, laki-laki tua, dan anak-anak, tidak pandang bulu. Jika terlihat berkerumun, dan terlihat oleh pesawat jet tempur AS di udara, maka dipastikan akan segera dibombardir. Dalih AS selalu sama: memburu para pemberontak Taliban, dan itulah yang dijadikan argumen mereka kepada dunia internasional.

Selama lima bulan belakangan ini, presiden AS Barack Obama tengah melancarkan kampanye “perang sehat” di Afghanistan. Tim yang mendukung Obama sebagian besar adalah mereka yang bekerja di bahwa rejim George W. Bush.

Sebuah data yang mengiriskan datang dari The Afghan Independent Human Rights Commission (AIHRC). Selama tahun 2008 kemarin, tidak kurang dari 5000 rakyat Afghanistan tewas karena serangan pasukan AS. Jika dirata-ratakan, maka satu bulannya tercatat sebanyak 416 orang tewas, dan satu harinya 13 orang rakyat sipil Afghanistan harus dikubur.

Pada tahun 2001, AS mengahabisi sekitar 32.000 orang Afghanistan (Project on Defense Alternatives), sedangkan pada tahun 2002 mencapai 20.000( The Guardian), tahun 2003 korban meninggal 23.600 (University of New Hampshire), tahun 2005 mencapai 408 saja, tahun 2005 "hanya" sebesar 4000 orang (AP), tahun 2007 mencapai 1633 (Human Right Watch), dan 2008 mencapai 5000 orang.

Jika dijumlahkan total rakyat sipil Afghanistan yang meninggal karena operasi militer AS selama delapan tahun belakangan ini adalah 87. 141 orang. Data-data ini yang berhasil direkam oleh beberapa media dan institusi dan tingkat keakuratannya mungkin tidaklah cukup tepat. 

Mantan kepala CIA di Kabul, Graham Fuller mengatakan bahwa strategi Obama hanya memperburuk situasi di Afghanistan (dan sekarang Pakistan). Pengiriman besar-besaran pasukan tentara otomatis membuat angka kematian menjadi lebih tinggi. (sa/wkpd/tnt)

loading...

Dunia Islam Terbaru

blog comments powered by Disqus