free hit counters
 

Obama : Afghanistan Seperti Perang Vietnam

Saad Saefullah – Rabu, 21 Safar 1430 H / 18 Februari 2009 16:34 WIB

Rakyat AS mulai merasa terganggu dengan kebijakan presiden baru mereka, Barack Obama. Newsweek menyebut Afghanistan sebagai Vietnam-nya Obama.

Setiap Presiden AS di semua masa selalu meninggalkan perang. Dan belum satu bulan pemerintahannya, Obama sudah memilih perangnya sendiri, Afghanistan.

Seperti yang kita ketahui, setelah Obama menjabat sebagai Presiden AS, ia langsung mengirimkan puluhan ribuan pasukannya ke Afghanistan.

Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, secara total akan mencapai 70.000! Jumlah itu akan terus bertambah waktu demi waktu. Kebijakan Obama itu banyak dipertanyakan oleh rakyat AS. "Polanya sudah sangat menganggu.

Obama ingin menunjukan sesuatu kepada kita. Sekarang, kita lagi-lagi menghadapi masa depan bangsa yang setengah gagal dan tidak kompeten," begitu tulis Newsweek. "Semua negara sekarang akan melihat kepada kita dan kita akan kembali bangkrut untuk membiayai perang. Afghanistan akan menjadi dilema yang menyesakan bagi AS. Kita tidak akan menang di sana, namun sekarang, kita juga tidak tahu caranya menghentikan perang."

Banyak pengamat AS yang menilai bahwa Afghanistan adalah medan perang yang luar biasa sulit, tidak bisa dibandingkan dengan Iraq. George Bush sampai akhir pemerintahannya terbukti tidak berhasil menaklukan Afghanistan. "Afghanistan akan menjadi Vietnam bagi Obama." lagi-lagi demikian Newsweek. Yang paling parah, masih menurut Newsweek, AS tidak bisa membedakan antara Taliban dan Al Qaida.



Sampai sekarang, Perang Vietnam masih menjadi bekas luka dalam jiwa rakyat AS. Keterlibatan AS dalam Perang Vietnam adalah yang paling lama dan paling tidak populer dalam sejarah AS. Ketika Perang Vietnam berakhir pada tahun 1975, hampir 58 ribu orang tentara AS dan sekitar tiga juta orang warga Vietnam tewas.

Setelah perang berakhir, warga AS bertanya-tanya, mengapa mereka menemui kekalahan. Banyak yang merasa bahwa AS seharusnya tidak melancarkan perang itu. Mereka berpendapat, rakyat Vietnam menjadi korban putusan dan kebijakan AS yang keliru. Yang lain berpendapat, perang Vietnam tidak dilakukan dengan cukup kuat.

Menurut mereka, AS akan menang kalau warganya mendukung tentara, atau kalau Pentagon tidak dikungkung berbagai pembatasan dalam menjalankan operasinya di Vietnam. Karena Perang Vietnam, AS dijuluki sebagai ‘macan kertas’. Ini sering disebut sebagai ‘Sindrom Vietnam’, yaitu keengganan untuk maju ke medan tempur.

Sekarang, di Afghanistan, Obama tengah menciptakan Perang Vietnamnya sendiri. (sa/nw)

Dunia Islam Terbaru