free hit counters
 

Syaikhul Azhar Nyatakan Beda Syi'ah dan Sunni Hanya Masalah Furu'?

Al Furqan – Senin, 9 Zulqa'dah 1431 H / 18 Oktober 2010 17:16 WIB

Grand Shaikh Azhar Dr. Muhammad Ahmad El-Thayeb mengkritik beberapa kanal televisi Arab terkait tayangan yang dinilainya berpotensi memecah belah Sunni dan Syiah dan dunia Islam.

Belakangan ini, hubungan Sunni-Syiah kembali menegang pasca beredarnya video dan pernyataan seorang ulama Syiah konservatif asal Kuwait yang bermukim di London, Yasir al-Habib, yang mengatakan beberapa sahabat pilihan dan istri Nabi berada di neraka.

El-Thayeb juga menegaskan penolakannya atas sikap mengkafirkan Syiah oleh beberapa ulama seperti yang ditayangkan di kanal-kanal televisi tersebut. Ditegaskan oleh Al-Thayeb, bahwa sikap tersebut "ditolak dalam Islam dan tidak dapat diterima".

Ditambahkan oleh El-Thayeb, sikap mengkafirkan antar sesama Muslim sama sekali tidak dibenarkan oleh Alqur’an dan hadits Nabi, oleh Islam sendiri.

Mantan mufti Mesir dan rektor Universitas Al-Azhar itu juga membantah dan menolak rumor yang mengatakan bahwa Syiah memiliki Alqur’an versi lain. "Kalau Syiah memang memiliki Alqur’an versi lain, tentu ini sudah menjadi tema kajian ulama Islam sejak masa klasik, bahkan telah menjadi tema empuk bagi kalangan Orientalis untuk mengkajinya," katanya.



Dijelaskan oleh El-Thayeb, perbedaan antara Sunni dan Syiah sebenarnya hanya pada level ikhtilaf far’iyyah (perbedaan cabangan), bukan ikhtilaf ushuliyyah (perbedaan pokok), suatu hal yang lumrah dalam Islam, seperti perbedaan madzhab fikih. Bahkan, dalam masalah fikih, antara madzhab Sunni dan Syiah tidak banyak terdapat perbedaan.

"Bahkan kami pun bermakmum shalat di bekalang Syiah," kata El-Thayeb.

Perbedaan tersebut, jelas El-Thayeb, menjadi besar dan runcing karena pengaruh masalah politik.

Pernyataan Syaikhul Azhar ini cukup membingungkan, karena dari cacian Syiah terhadap para sahabat dan ummul mukminin Aisyah sendiri sudah bukan masalah furu’ lagi , belum lagi Syiah tidak mau menggunakan hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang banyak haditsnya di rawi oleh Bukhari dan Muslim dan masih banyak lagi perbedaan Sunni-Syiah yang sama sekali tidak bisa dianggap masalah furu’.(AGS/aby)

Dunia Islam Terbaru