free hit counters
 

Menerobos Dinding Tabu, Mengungkap Lobi Zionis Israel di AS

Magdalena – Rabu, 17 Zulqa'dah 1428 H / 28 November 2007 10:01 WIB

Sejak lama, banyak analis meyakini bahwa kelompok lobi Zionis sangat berpengaruh di AS dan mampu mengendalikan kebijakan-kebijakan luar negeri AS.

Berbagai tulisan sudah mengungkap tentang hal ini, dan yang terbaru ditulis oleh Henri Astier yang dimuat di BBC. Dalam artikel yang berjudul "US Storm Over Book on Israel Lobby", Astier menulis bahwa banyak komentator yang membantah kuatnya lobi Zionis di pemerintahan AS, meski banyak fakta yang membuktikan bahwa kalangan Yahudi AS telah memainkan peran yang sangat besar, meski jumlah mereka sedikit hanya sekitar 2 persen dari jumlah populasi AS.

Dalam artikelnya Astir juga menulis, "Bagaimana lobi itu dilakukan? Apakah pengaruhnya benar-benar legendaris atau hanya legenda? Dua akademisi AS, John Mearsheimer dari Universitas Chicago dan Stephen Walt dari Universitas Harvard, punya jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu, dan akibatnya memicu kontroversi. "

Dalam bukunya berjudul "The Israel Lobby and US Foreign Policy" kedua penulis AS itu menulis bahwa AS harus menjelaskan alasannya mendukung Israel. AS selama ini memberikan bantuan sebesar 3 milyar dollar per tahun atau sekitar seperenam dari anggaran bantuang langsung AS, untuk keperluan militer Israel. Tapi menurut Mearsheimer dan Walt, AS hanya mendapat keuntungan sedikit dari kebijakannya itu dan mereka menolak pendapat yang mengatakan bahwa Israel adalah sekutu kuat AS dalam "perang melawan teror."

Kedua penulis AS itu tidak membahas masalah "lobi Yahudi", karena kelompok-kelompok yang mengaku Yahudi tidak mewakili semua Yahudi AS dan anggotanya banyak yang non-Yahudi. Mearsheimer dan Walt lebih menyebutnya sebagai "lobi Israel" yang tujuan utamanya adalah meyakinkan Amerika bahwa kepentingan Amerika sama dengan kepentingan Israel.

Menurut analisa Mearsheimer dan Walt dalam bukunya, lobi-lobi Israel terutama berpengaruh pada finansial dan keengganan AS untuk mengkritik Israel. Mereka menambahkan, sama seperti kelompok-kelompok kepentingan lainnya, lobi Israel juga mempengaruhi perdebatan di kalangan politisi dan komentator yang mengecam Israel, namun lobi Israel menyebarkan pengaruhnya dengan efektif.

Mereka yang mempertanyakan dukungan AS terhadap Israel, hanya akan menghadapi masalah. Akibatnya, kuranya adanya diskusi tentang masalah ini, yang membuat AS terus membuat kebijakan yang tidak adil di Timur Tengah.



Yang paling kontoversial, dalam bukunya Mearsheimer dan Walt menyatakan bahwa lobi Israel memainkan peranan penting dalam invasi AS ke Irak.

Media mainstream di AS hampir semuanya memberikan penilaian negatif pada buku tersebut. Namun menurut kedua penulisnya, hal itu menunjukkan betapa efektifnya lobi Israel hingga ke media massa di AS. Karena di luar AS, buku Mearsheimer dan Walt justru mendapat penilaian yang positif.

Sejarawan dan tokoh yang kerap mengkritik Israel, Tony Judt mendukung upaya Mearsheimer dan Walt mengungkap seputar lobi Israel di pemerintahan AS, yang selama ini menjadi hal yang tabu dibicarakan.

Judt menyebut buku Mearsheimer dan Walt sebagai "tindakan luar biasa dari semangat intelektual." Penulisnya mungkin tidak mendapatkan apapun dari buku itu, tapi masyarakat yang membacanya mendapatkan pengetahuan yang berharga. (ln/presstv)

Dunia Islam Terbaru