free hit counters
 

Somalia Akan Terapkan Syariah Islam

Magdalena – Rabu, 13 Rabiul Awwal 1430 H / 11 Maret 2009 12:42 WIB

Somalia akan memberlakukan hukum syariah Islam, setelah pemerintah negeri Muslim di benua Afrika itu menyatakan bahwa hasil rapat kabinet dengan bulat menyetujui rencana penerapan hukum syariah Islam di Somalia. Dengan demikian, pengesahannya tinggal menunggu ratifikasi dari parlemen sebelum hukum syariah Islam resmi diberlakukan di Somalia.

Menteri Penerangan Somalia, Farhan Ali Mohamoud dalam keterangan pada para wartawan hari Selasa kemarin mengatakan, rapat kabinet dihadiri oleh 20 dari 36 menteri negara dan dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Omar Abdirashid Ali Sharmarke.

"Pemerintah yakin penerapan syariah Islam merupakan satu-satunya opsi sebagai jalan keluar dari berbagai persoalan di negeri ini," kata Mohamoud.

Penerapan hukum syariah Islam di Somalia, diusulkan oleh organisasi International Union of Muslim Scholars (IUMS) pada presiden Somalia yang baru terpilih, Syaikh Sharif Syaikh Ahmed sebagai salah satu rekomendasi gencatan senjata dengan kelompok-kelompok Islamis yang berseberangan dengan pemerintah Somalia.

Kelompok-kelompok Islamis oposisi di Somalia, yang dimotori oleh kelompok Al-Shabab sejak awal menuntut pemerintah Somalia untuk menerapkan hukum syariah Islam. Al-Shabab sudah menerapkan hukum syariah di beberapa wilayah di selatan Somalia yang berada dalam kekuasaannya.



Presiden Sharif menyatakan, pembicaraan damai dengan kelompok-kelompok oposisi sudah mencapai kemajuan dengan diseutujuinya penerapan hukum Islam di Somalia. Ia berharap, dialog dengan semua kelompok oposisi termasuk kelompok Al-Shabab akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Somalia menjadi negara tanpa pemerintahan setelah tumbangnya kekuasaan presiden Mohamed Siad Barre pada tahun 1991. Lewat rekonsiliasi yang dimediasi PBB, Syaikh Sharif dari kelompok Mahkamah Islamiyah terpilih sebagai presiden Somalia pada bulan Januari kemarin.

Al-Shabab, sebelumnya adalah bagian dari Mahkamah Islamiyah tapi melepaskan diri setelah invasi Ethiophia ke Somalia pada tahun 2006 dan menolak terpilihnya Syaikh Sharif sebagai presiden Somalia. Al-Shabab menuding Syaikh Sharif sebagai pemerintahan boneka yang didukung kekuatan-kekuatan asing. Meski demikian, Presiden Sharif berusaha melakukan upaya perdamaian dengan kelompok oposisi dan para pemuka agama di Somalia. (ln/iol)

Dunia Islam Terbaru

blog comments powered by Disqus