free hit counters
 

Penipu Ulung: Mengguncang Yahudi Dunia

Magdalena – Kamis, 18 Zulhijjah 1429 H / 18 Desember 2008 15:33 WIB

Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga. Peribahasa itu mungkin cocok dilekatkan pada Bernard Madoff, sosok pengusaha kaya yang selama ini disegani dan menjadi legenda di bursa saham Wall Street ternyata tak lebih hanya seorang penipu licin.

Ia kini menjadi tahanan rumah akibat kejahatan yang dilakukannya, bahkan tubuhnya dipasangi alat elektronik dan harus minta izin jika ingin keluar dari flatnya di New York.

Kedok Madoff sebagai penipu ulung terbongkar atas pengaduan sejumlah perusahaan besar dari berbagai negara yang ikut dalam perusahaan sekuritas milik Madoff. Tak tanggung-tanggung, perusahaan-perusahaan besar yang menjadi korban penipuan Madoff antara lain bank HSBC dan RBS Inggris, BNP Paribas dari Perancis, Santander dari Spanyol dan yayasan amal Wunderkinder milik sutradara kondang Stephen Spielberg. Kerugian yang ditimbulkan akibat ulah Madoff mencapai 50 milyar dollar. Jumlah ini hampir sama dengan cadangan devisa Indonesia yang nilainya 50,180 miliar dollar AS.

Agen FBI menangkap Madoff di apartemen mewahnya senilai 5 juta dollar di New York pada 11 Desember kemarin. Saat ditangkap, Madoff yang pernah menjabat sebagai ketua bursa saham NASDAQ, masih tercatat sebagai pimpinan perusahaan miliknya, Bernard L.Madoff Investment Securities LLC yang tercatat sebagai salah perusahaan terbesar dan tersukses di bursa Wall Street selama puluhan tahun.

Setelah diguncang krisis finansial, kasus penipuan yang melibatkan perusahaan Madoff menjadi skandal penipuan terbesar yang menggegerkan dunia, yang didalangi oleh satu orang, yaitu Madoff sendiri. Ia mengakui perusahannya hanya kedok untuk memuluskan aksi penipuannya. "Semua itu hanya sebuah kebohongan besar" kata Madoff tentang perusahaannya.

Ia melakukan perputaran penipuannya dengan membayar keuntungan klien lama dengan uang milik klien baru alias gali lubang tutup lubang. Begitu seterusnya sampai perusahaan Madoff tak mampu lagi membayar keuntungan untuk klien-kliennya.

Tapi, siapa Madoff sebenarnya? Orang yang begitu licin, sehingga baru 48 tahun kemudian kejahatannya terbongkar.

Keluarga Yahudi

Bernard Madoff lahir pada tahun 1938 dari keluarga Yahudi di New York. Ia sudah membangun perusahaan investasi pada usia 22 tahun, dengan modal awal dari upah kerja musim panasnya sebesar 5.000 dollar. Ia mengembangkan usahanya ke sektor bank investasi. Perusahaan Madoff terus meningkat hingga di awal tahun 1990-an, nama Madoff masuk dalam jajaran pengusaha papan atas, apalagi ketika di menjadi ketua bursa saham Nasdaq.

Madoff menjadi salah satu orang kaya dan terpandang di AS. Ia memiliki rumah mewah di Manhattan, New York, Palm Beach, Florida dan di Prancis. Ia melibatkan kerabat-kerabatnya untuk mengurus bisnis-bisnisnya. Dua anak lelaki Madoff juga ikut mengelola bisnis sang ayah begitu lulus sekolah. Uniknya, kedua anak Madoff sendiri tidak menyadari kelicikan sang ayah menjalankan bisnisnya, bahkan ketika perusahaan mereka diambang kebangkrutan.

Kejahatan yang dilakukan Madoff dalam bisnis dikenal dengan istilah Skema Ponzi, diambil dari nama Charles Ponzi yang lebih dulu terkenal karena kasus penipuan dengan modus penawaran investasi dengan cara spekulasi lewat transaksi perangko AS terhadap perangko asing pada era tahun 1920-an.

Skema Ponzi menjajikan keuntungan berlipat ganda bagi para investor, yang nilainya di atas keuntungan normal bisnis rill. Para investor yang tergiur dengan janji keuntungan besar itu, umumnya tidak peduli darimana perusahaan mendapat uang untuk membayar keuntungan tersebut.

Para investor Madoff percaya saja, meski Madoff menolak memberikan akses bagi kliennya untuk melihat rekening-rekening mereka. Madoff hanya memberikan bukti perhitungan akuntansi lewat surat sementara perusahaan lain biasannya memberikan laporan akuntansi lewat email dan mengizinkan kliennya mengakses sendiri lewat komputer agar dengan mudah dianalis oleh penanam modal.

Seorang investor korban penipuan Madoff yang enggan disebut namanya mengaku setengah tak percaya begitu tahu bahwa Madoff melakukan bisnisnya dengan cara tidak sehat. "Pengembaliannya cukup menggiurkan. Kami percaya pada orang ini selama bertahun-tahun-Kalau Anda ingin menarik uang, dalam beberapa hari Anda akan mendapatkan cek. Itulah sebabnya kami tercengang dengan melihat akhir semua ini," ujarnya.



Madoff, 70 tahun, yang dulu dihormati kini tak lebih sebagai penjahat berkerah putih. Tak peduli ia menjadi donatur sejumlah yayasan amal yang terancam tutup setelah Madoff ditangkap.

Hari ini Madoff datang ke pengadilan federal New York untuk menandatangani berkas-berkas perjanjian pembayaran utang sebesar 10 juta 

dollar dan berkas pernyerahan hartanya berupa sebuah flat di New York dan rumah di Long Island dan Palm Beach. (ln/berbagai sumber)

Dunia Islam Terbaru

blog comments powered by Disqus