free hit counters
 

Raja Saudi: Umat Islam Seluruh Dunia Harus Satu Suara Hadapi Yahudi dan Kristen

Magdalena – Kamis, 29 Jumadil Awwal 1429 H / 5 Juni 2008 17:23 WIB

Raja Arab Saudi, Raja Abdullah meminta umat Islam untuk menyatukan suara dalam menghadapi kaum Yahudi dan Kristiani dalam dialog antar agama. Ia juga mengatakan, selama ini kaum ekstrimis telah mengeksploitasi ajaran Islam yang sesungguhnya sangat toleran, sehingga membuat buruk citra Islam di Barat.

Raja Abdullah mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi umat Islam di Makkah yang berlangsung selama tiga hari, dan dihadiri oleh ratusan delegasi dari berbagai negara.

"Pada hari ini Anda semua berkumpul untuk mengatakan pada seluruh dunia… kami menyuarkan keadilan, nilai-nilai dan kemanusiaan. Kami menyuarakan kebersamaan dan dialog secara rasional dan terbuka, " kata King Abdullah dalam pidatonya.

Ia menambahkan, kelompok ektrimis yang merongrong kesucian agama Islam, adalah tantangan bagi umat Islam sekarang ini. "Oleh sebab itu acara ini digelar, untuk menjawab tantangan isolasi, ketidaktahuan dan wawasan yang sempit sehingga dunia mampu menyerap pesan-pesan mulia Islam, " sambung Raja Abdullah.

Laporan BBC menyebutkan, yang menarik dari konferensi ini adalah ketika Raja Abdullah memasuki ruangan konferensi dan berjalan berdampingan dengan mantan presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani. Keduanya juga duduk berdampingan di panggung kehormatan. Ini, tulis BBC, menjadi pesan bahwa kerajaan Saudi yang Sunni sudah bersikap terbuka dengan Muslim Syiah.



Rafsanjani dalam pernyataannya juga memuji Saudi yang disebutnya telah "menyampaikan pesat kemanusiaan yang kuat ke seluruh dunia" serta pesan agar dilakukan dialog antara Muslim Sunni dan Muslim Syiah. "Kita selayaknya tidak memperlemah dan menodai reputasi satu sama lain. Sebagai seorang Muslim dan seorang Syiah serta seorang pakar dalam isu-isu Islam… Saya katakan pada Anda semua bahwa banyak kesamaan di antara kita dan tidak perlu melihat perbedaannya, " tukas Rafsanjani.

Konferensi umat Islam di Makkah itu memang ditujukan untuk menyatukan suara umat Islam di seluruh dunia terutama dalam dialog dengan kalangan Yahudi dan Kristen. Karena saat ini masih terjadi pertentangan di kalangan umat Islam sendiri, khususnya antara Muslim Suni dan Muslim Syiah.

Pada kesempatan itu Rafsanjani juga mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk menghentikan kontrol AS terhadap sumber-sumber dan kekayaan alam di negara-negara Muslim, salah satunya penguasaan AS atas sumber-sumber minyak di Arab Saudi.

"Mengapa umat yang besar ini bisa begitu lemah di hadapan arogansi dunia internasional, " tandas Rafsanjani. (ln/bbc)

Dunia Islam Terbaru