free hit counters
 

Terungkap Ben Ali Ternyata Siksa Sampai Mati Presiden Tunisia Sebelumnya

Al Furqan – Minggu, 6 Februari 2011 19:11 WIB

Selain beberapa dakwaan yang ia hadapi berkisar soal korupsi, menjarah sumber daya nasional dan mengancam keamanan negara, Presiden terguling Tunisia Zein Abidin Ben Ali El sekarang dituduh menyiksa pendahulunya Habib Bourguiba.

Pengacara Allala al-Rajichi mengajukan gugatan pada pengadilan tingkat pertama di Monastir, tempat kelahiran almarhum Presiden Tunisia Habib Bourguiba, melawan Ben Ali untuk penganiayaan dan memenjarakan hingga menyebabkan kematian Bourguiba, surat kabar Tunisia al-Sabah melaporkan Kamis lalu.

Dalam nota gugatan, Rajichi menyatakan bahwa setelah terjadinya kudeta pada tanggal 6 November 1987 dan pengambil alihan kekuasaan, Ben Ali menangkap Bourguiba dengan bantuan tokoh pemerintah lainnya yang kemudian mendapat jabatan berbagai posisi penting dalam pemerintahan baru, dan menahan Bourguiba di Monastir selama 13 tahun sampai dia meninggal.

Rajichi menyebutkan berbagai jenis penganiayaan yang menimpa Bouguiba selama menjadi tahanan. Salah satunya menyiksanya dengan "melemparkan dia ke mobil seperti domba" ketika ia ditangkap.



Menurut Rajichi, penyiksaan terhadap Bouguiba tidak terbatas pada penganiayaan, yang sebagai besar berupa pemukulan, tetapi juga meluas ke kelalaian medis yang disengaja.

Bouguiba hanya diberi sedikit makanan yang menyebabkan dia kelaparan, Rajichi menambahkan, termasuk hanya diberia baju lusuh yang dikenakannya.

Ia menuduh Ben Ali mencuri semua hadiah Bourguiba yang diterima dirinya sebagai kepala negara yang disimpan di sebuah museum Monastir, sebuah pelanggaran dihukum dengan pasal 260 dari hukum pidana.

Selain penganiayaan terhadap Bourguiba, Ben Ali dan para pembantunya dituduh menahan Bourguiba tanpa surat perintah penangkapan dan penahanan di bawah todongan senjata selama lebih dari satu bulan tanpa pengadilan, dihukum dengan pasal 251 dari hukum pidana. (fq/aby)

Dunia Islam Terbaru

blog comments powered by Disqus